Pages

Showing posts with label Movie : Justice League Snyder Cut. Show all posts
Showing posts with label Movie : Justice League Snyder Cut. Show all posts

Thursday, March 18, 2021

Sinopsis Justice League Versi Zack Snyder

Sinopsis Justice League Versi Zack Snyder, Banyak Adegan Baru!

Hari yang ditunggu-tunggu para fans superhero DC akhirnya tiba. Zack Snyder's Justice League sudah bisa Kamu saksikan di platform streaming HBO GO hari ini, Kamis, 18 Maret 2021, bersamaan dengan perilisan di Amerika Serikat.

Film berdurasi 4 jam 2 menit ini merupakan film Justice League yang benar-benar baru dan berbeda dibandingkan yang telah tayang pada 2017 lalu.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Justice League versi Zack Snyder ini menghadirkan berbagai adegan baru yang belum pernah dirilis sebelumnya, yang telah diambil oleh Snyder, namun tidak dihadirkan di film Justice League 2017.

Ada pula adegan yang baru dibuat, melibatkan Joker, diperankan oleh Jared Leto.

Sebagai informasi, tahun 2017 lalu, Zack Snyder mundur dari kursi sutradara Justice League karena tragedi yang menimpa keluarganya. Proses pasca produksi film itu pun disupervisi oleh Joss Whedon, sutradara Avengers, yang ditunjuk Snyder untuk menggantikannya.

Whedon lantas menulis ulang beberapa adegan dan menambah unsur komedi di dalamnya. Berbagai adegan asli yang diambil oleh Snyder juga tidak ditampilkan di film tersebut.

Beda kepala, beda visi. Itu yang terjadi pada Justice League tahun 2017. Whedon dianggap tak bisa menghadirkan Justice League sesuai dengan visi Snyder. Film tersebut pun menerima ulasan buruk dan membuat banyak fans kecewa.

Petisi dan kampanye #ReleaseTheSnydersCut pun dibuat oleh para fans selama bertahun-tahun setelahnya. Mereka bahkan meneror Warner Bros Pictures untuk merilis potongan adegan-adegan asli Justice League versi Snyder.

Akhirnya, pada Februari 2020, studio film itu pun memutuskan untuk membuat Zack Snyder's Justice League.


Sinopsis

Zack Snyder's Justice League mengisahkan kelanjutan cerita para superhero DC setelah pengorbanan pamungkas Superman. Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

Didorong oleh kepercayaannya pada kemanusiaan yang kini telah pulih, dan terinspirasi oleh tindakan Superman yang tidak mementingkan diri sendiri, Bruce Wayne (Ben Affleck) mengajak sekutu baru Diana Prince (Gal Gadot) untuk menghadapi ancaman yang lebih besar.

Bersama-sama, Batman dan Wonder Woman bekerja cepat dan menyatukan kekuatan mereka untuk merekrut tim  metahuman demi melawan musuh yang baru bangkit.

Tugas ini terbukti lebih sulit dari yang dibayangkan Bruce, karena tiap rekrutan harus berhadapan dengan setan dari masa lalu mereka sendiri untuk mengatasi apa yang menahan mereka.

Terlepas dari pembentukan liga pahlawan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Batman, Wonder Woman, Aquaman (Jason Momoa), Cyborg (Ray Fisher) dan The Flash (Ezra Miller) mungkin sudah terlambat untuk menyelamatkan planet ini dari serangan yang sangat dahsyat.

Saksikan bagaimana para pahlawan itu kini bersatu dan bersiap melindungi dunia dari Steppenwolf, DeSaad dan Darkseid serta keinginan mereka yang mengerikan.

Zack Snyder’s Justice League tayang mulai hari ini, Kamis, 18 Maret 2021 di HBO GO.


Sumber :

https://www.viva.co.id/showbiz/film/1356806-sinopsis-justice-league-versi-zack-snyder-banyak-adegan-baru?page=all&utm_medium=all-page

#RestoreTheSnyderVerse

Warner Bros Dikabarkan Tertarik Teruskan The Snyderverse

Para penggemar memulai kampanye selama beberapa tahun supaya Justice League versi Zack Snyder dirilis, dan keinginan mereka terpenuhi. Tapi rupanya hal ini bukanlah akhir dari gerakan mereka. Zack Snyder’s Justice League tayang di HBO Max untuk para penggemar di Amerika Serikat (AS) dan HBO Go untuk penggemar di Indonesia pada Kamis (18/3). Para penggemar menyambut penayangan film itu dengan kampanye lain di Twitter.

Kampanye itu memakai tagar #RestoreTheSnyderVerse. Sepertinya para penggemar tahu jika mereka berusaha sekuat mungkin, kampanye ini mungkin memperoleh respon yang sama dari Warner Bros (WB). 

Sebelumnya beredar kabar jika film versi Zack Snyder itu dirilis sebagai alat WB untuk menarik para penggemar untuk berlangganan HBO Max dan HBO Go. Studio film itu dikatakan jika mereka tidak tertarik melanjutkan film itu. Tentu saja sampai mereka melihat jika mereka bisa memperoleh keuntungan finansial yang besar.

Zack sendiri mengungkap jika dia tidak berencana menggarap sekuel film itu. Dia mengkonfirmasi jika studio film itu juga tidak memiliki rencana. Film versi Joss Whedon akan dianggap sebagai kanon oleh WB. Sedangkan filmnya tidak masuk ke dalam kanon.

Menurut sumber dalam dari Grace Randolph, SynderVerse mungkin bisa diteruskan tergantung dari seberapa besar keuntungan yang diperoleh WB dari Zack Snyder’s Justice League, tulis We Got This Covered, Kamis (18/3).

Secara teknis, Snyderverse tidaklah hilang sepenuhnya. Selain itu, Aquaman dan Wonder Woman masih menjadi dua pilar untuk DCEU. Film The Flash bisa menjadi peluang untuk mengembalikan kembali Snyderverse. Tapi kita harus menunggu respon masyarakat terhadap Zack Snyder’s Justice League.


Sumber :

https://timlo.net/baca/137061/warner-bros-dikabarkan-tertarik-teruskan-the-snyderverse/

Thursday, February 18, 2021

Adegan Batman Bertemu Joker

Zack Snyder's Justice League butuh adegan Batman bertemu Joker, ini alasannya

18 Februari 2021

Zack Snyder's Justice League segera tayang pada 18 Maret 2021 di HBO Max. Salah satu yang menarik perhatian fans adalah pertemuan Batman dan Joker. 

Zack Snyder's Justice League akan mengobati kekecewaan fans pada film Justice League tahun 2017. Ketika itu, Zack Snyder keluar di tengah proses produksi film Justice League. 

Posisi sutradara kemudian digantikan oleh Joss Whedon. Hasil karya Joss Whedon menuai banyak kritikan hingga fans mendesak perilisan film Justice League versi awal Zack Snyder. 

Kini, tinggal menunggu satu bulan lagi untuk melihat Zack Snyder's Justice League. Fans juga dikejutkan dengan kemunculan Jared Leto sebagai Joker yang bertemu Batman (Ben Affleck) di trailer terbaru. 

Joker dan Batman adalah dua karakter yang populer dan penting di DCEU (DC Extended Universe). Di wawancara terbaru bersama I Minutemen, sutradara Zack Snyder ungkap alasan pertemukan Batman dan Joker dalam film ini. 


Alasan Joker bertemu Batman

"Bagi saya, Batman dan Joker memiliki adegan bersama adalah hal yang penting," kata Zack Snyder di wawancara tersebut. Menurut sutradara, konflik antara Batman dan Joker adalah pusat dari universe DC ini. 

Zack Snyder menjelaskan, "Sejujurnya, ini adalah konflik yang sudah saya rencanakan untuk rangkaian Knightmare. Saya senang mendapatkan kesempatan ini dan bisa merasakannya".

Bagi sutradara Zack Snyder, alasan tersebut sangat penting untuk mempertemukan Batman dan Joker di film Justice League versinya. Trailer terbaru juga langsung menunjukkan konflik mereka. 

Sutradara Zack Snyder's Justice League berkata, "Menurut saya, penting bagi fans untuk melihat Batman bertemu dalam konflik kecil dengan Joker dari cinematic universe ini". 


Sumber :

https://filmon.kontan.co.id/news/zack-snyders-justice-league-butuh-adegan-batman-bertemu-joker-ini-alasannya

Tuesday, February 16, 2021

Joker : 'We Live in a Society'

Makna di Balik Ucapan Joker 'We Live in a Society' dalam Trailer 'Zack Snyder's Justice League'

Selasa, 16 Februari 2021 - 13:18 WIB

Dalam trailer film " Zack Snyder's Justice League " yang dirilis pada Minggu (14/2) lalu, Joker yang diperankan Jared Leto mengucapkan kalimat 'We live in a society'.

Kalimat lengkap yang diucapkan Joker adalah 'We live in a society where honor is a distant memory' atau kurang lebih berarti 'Kita hidup di tengah masyarakat yang melihat kehormatan (harga diri) hanya sebatas kenangan'.

Saat trailernya dirilis, ucapan Joker 'We live in a society' langsung menjadi trending di Twitter. Pertanyaannya, apa yang istimewa dari ucapan ini?

Sebenarnya, kalimat tersebut sudah lama identik dengan sosok Joker, setidaknya sejak 2015. Padahal, Joker tidak pernah sekalipun mengucapkan kalimat tersebut. Satu-satunya alasan kalimat itu dilekatkan kepada sang badut penjahat itu adalah karena dianggap cocok dengan karakternya yang pemberontak, tak mau mengikuti aturan dan norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Mengutip CBR, asal mula kalimat "We live in the society" adalah dari serial televisi populer "Seinfield". Dalam episode "The Chinese Restaurant" yang tayang pada 1991, karakter George Costanza saat itu digambarkan sedang antre di telepon umum dengan penuh emosi.

Dia lalu berkata, "You know, we are living in a society! We're supposed to act civilized!" yang artinya "Kamu tahu, kita hidup di tengah masyarakat! Perilaku kita harus beradab!".

Mengutip Mashable, kalimat 'We live in society' pun lalu digunakan oleh sekelompok orang untuk menggambarkan diri mereka yang punya pemikiran berlawanan dari kalimat tersebut. Mereka mengolok-olok orang yang dianggap 'bagai domba' karena masih saja menuruti norma klasik yang ada di masyarakat.

Dalam perjalanannya, kalimat tersebut justru berubah jadi meme untuk mengolok-olok kelompok tersebut di atas. Meme kalimat tersebut malah dipakai untuk mengejek mereka secara implisit bahwa 'pemikiran mereka enggak sekeren dan sedalam itu'.

Kembali ke Joker, begitu populernya kalimat ini dengan sosoknya, sampai-sampai pernah ada petisi yang meminta Warner Bros selaku pemegang lisensi film-film dari DC Comics untuk membuat Joker versi Joaquin Phoenix untuk mengucapkan kalimat populer itu.

Dalam petisi yang dibuat di change.org, sampai ada 58 ribu orang yang menandatanganinya. Mereka meminta film "Joker" memuat adegan spesifik seorang anak yang bermain gim Fortnite di ponselnya di sebuah restoran, sementara kakeknya membaca buku.

"Lalu dia (Joker) melihat mereka, dan berkata, "Sial, kita hidup di tengah masyarakat (ini)", demikian yang tertulis di petisi itu, sambil menambahkan bahwa saat mengucapkan kalimat tersebut, Joker menatap kamera, seolah-olah berbicara langsung ke penonton.

Tentu saja, kita tahu bahwa tuntutan ini tak dipenuhi oleh Warner Bros dan sutradara "Joker", Matt Reeves. Siapa sangka, kita malah bisa melihatnya dalam trailer film "Zack Snyder's Justice League". Keruan, fakta ini membuat semua orang yang akrab dengan kalimat dan meme 'We live in society' pun heboh.

Dalam konteks apa dan bagaimana kelanjutan ucapan 'We live in society' versi Joker Jared Leto, tentunya kita mesti menunggu hingga 18 Maret mendatang. Film ini akan tayang di HBO Max dengan durasi empat jam.


Sumber :

https://gensindo.sindonews.com/read/336678/700/makna-di-balik-ucapan-joker-we-live-in-a-society-dalam-trailer-zack-snyders-justice-league-1613455367/15

Monday, February 15, 2021

Trailer Terbaru Justice League Snyder Cut

Trailer Terbaru Justice League Snyder Cut Tampilkan 5 Hal Unik Ini

Februari 16, 2021

Trailer terbaru dari film Justice League Snyder Cut telah muncul dan memperlihatkan beberapa adegan terbaru dari film ini. Meskipun kita sudah tahu jalan ceritanya, namun dengan tambahan adegan ini jadi menarik.

Sebelum kita bahas apa saja hal menarik di trailer barunya, kamu bisa tonton trailer-nya di bawah ini!


1. Dibuka dengan kembali melihat kematian Superman

Sama seperti Batman V Superman yang dibuka dengan pertarungan Superman melawan Zod, sepertinya agak mirip di pembuka Snyder cut.

Bedanya kita akan melihat momen matinya Superman di dalam film Batman v Superman dalam adegan awal Snyder cut kemungkinan dengan sudut pandang berbeda.

Satu yang pasti, kematian Superman yang digambarkan seperti lonceng yang berbunyi itu sama seperti yang dikatakan Lex Luthor di Batman v Superman.


2. Kehadiran Darkseid dan para Dewa Apokolips

Darkseid memang sudah pasti akan muncul di Justice League versi Zack Snyder meskipun berapa banyak perannya di film pertama tidak diketahui (karena musuh utama di film pertama masih Steppenwolf).

Namun di trailer baru kita lebih banyak diperlihatkan Darkseid, bukan hanya Darkseid saja namun para Dewa dari planet Apokolips juga diperlihatkan.

Ada dua anggota elit Darkseid yang muncul seperti Granny Goodness dan Desaad, tentunya juga Steppenwolf tapi kita sudah tahu dia siapa.


3. Adegan Knightmare dengan Batman dan Joker yang mungkin bekerjasama

Sesuai dugaan, Joker dengan penampilan seram yang tetap diperankan Jared Leto adalah Joker versi Knightmare atau masa depan di mana Bumi dikuasai Darkseid.

Menariknya adalah ada adegan di mana Batman dan Joker bersama, yang sepertinya di masa depan “Kiamat” ini Batman dan Joker bekerjasama.

Wajar saja memang karena hanya tersisa beberapa manusia yang tetap bertarung melawan Apokolips di Knightmare.


4. Wonder Woman yang tahu lebih banyak tentang sejarah penyerangan Darkseid

Di versi Joss Whedon memang dibuat lebih singkat bagaimana Diana Prince tahu tentang sejarah penyerangan Darkseid ribuan tahun lalu di DCEU dan dia bisa menceritakannya ke Bruce Wayne.

Nah di Snyder cut agak sedikit berbeda, dari trailer baru kita diperlihatkan bagaimana Diana masuk dan mengetahui lebih dalam tentang sejarah penyerangan Darkseid itu.

Jadi kita akan melihat bagaimana Wonder Woman menyelami lebih dalam tentang sejarah itu sehingga seharusnya Wonder Woman akan terasa lebih signifikan lagi.


5. Joker yang mengatakan “We live in society“

Kalau kamu rajin mengikuti tren meme, apalagi tren meme luar negeri, mungkin kamu familiar dengan meme “We live in society” sejak 2015 yang mana identik dengan Joker (terlebih versi Heath Ledger) meskipun itu bukan dialog asli Joker.

Joker tidak pernah mengatakan itu, bahkan ada petisi untuk membuat Joker Joaquin Phoenix agar mengatakan itu di filmnya tapi tidak dikabulkan, meskipun tema utama film Joker itu tentang masyarakat (society) tapi tidak ada dialog yang persis seperti di meme.

Jadi belum ada Joker yang mengatakan meme itu, tidak sampai Joker versi Jared Leto mengatakannya di Snyder cut! Di akhir trailer baru dia mengatakan dialog meme itu ke Batman dan meme itu kembali muncul di sosial media.


Nah itu dia 5 hal menarik dari trailer baru Justice League Snyder cut. Bagaimana menurutmu? Jadi makin penasaran kah?


Sumber :

https://ggwp.id/media/geek/film/trailer-justice-league-snyder-cut

Sunday, January 17, 2021

Justice League Snyder's Cut

Justice League Snyder's Cut Dipastikan Jadi Film Empat Jam

18/01/2021

Sutradara Zack Snyder mengonfirmasi bahwa Justice League versinya alias Snyder's Cut akan berdurasi empat jam dan tak akan jadi serial. Sutradara Zack Snyder mengonfirmasi bahwa Justice League versinya alias Snyder's Cut akan berdurasi empat jam dan tak akan jadi serial. 

Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara Zack Snyder mengonfirmasi bahwa film Justice League versinya alias Snyder's Cut akan berdurasi empat jam dan tak akan jadi serial. Pernyataan itu ia sampaikan dengan membalas komentar netizen pada media sosial Vero.

Mulanya, seorang pengguna akun @bcthebeast bertanya apakah Justice League Snyder's Cut dijadian serial atau film. Kemudian Snyder menjawab dengan singkat.

"One shot (satu film)," tulis Snyder.

Pernyataan Snyder dalam Vero beredar di jagat media sosial Twitter. Pengguna akun bernama @WhatsOnHBOMax yang mengunggah tangkapan layar pernyataan Snyder tersebut.

Sebelumnya, diberitakan NME, muncul wacana Justice League Snyder's Cut akan dibagi menjadi empat episode serial karena durasi yang panjang. Juli lalu Snyder mengatakan durasi Justice League mencapai 214 menit.

Kala itu Justice League masih dalam proses pasca produksi sehingga Snyder membuka kemungkinan durasi akan lebih panjang. Salah satunya penyebab durasi film ini panjang adalah penambahan materi baru.

Durasi Justice League Snyder's Cut jauh lebih lama ketimbang Justice League versi reguler yang berdurasi 120 menit. Begitu juga bila dibandingkan dengan Justice League versi extended cut yang hanya sedikit lebih lama ketimbang versi reguler.

Justice League Snyder's Cut dijadwalkan rilis pada Maret mendatang di layanan streaming HBO Max. Namun, sampai saat ini belum ada tanggal perilisan pasti film pahlawan super itu.

Justice League Snyder's Cut masuk dalam kategori film 'director's cut', sebuah film yang secara khusus digarap sebagaimana dengan keinginan sutradara yang menggarap film tersebut.

Kata 'cut' sendiri merujuk suatu proses penyuntingan atau pemotongan adegan yang biasa dilakukan dalam pembuatan film. Biasanya, pemotongan adegan dalam proses edit dilakukan dalam dua tahap.

Film yang tayang di bioskop umumnya mengalami banyak pemotongan adegan agar durasi tak terlalu lama dan bisa tayang beberapa kali dalam satu hari. Pemotongan adegan ini seringkali tak sesuai dengan keinginan sutradara.

Diketahui, Snyder mengundurkan diri pada proses pasca produksi Justice League setelah menyelesaikan pekerjaannya pada 2016. Posisinya digantikan oleh sutradara The Avengers, Joss Whedon, yang digandeng Warner Bros. untuk menyelesaikan pasca produksi.


Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20210118104442-220-595023/justice-league-snyders-cut-dipastikan-jadi-film-empat-jam

Sunday, September 20, 2020

Trailer Pertama Justice League "Snyder Cut"

Rilis Trailer Pertama, Ini 5 Fakta tentang Justice League "Snyder Cut"

21 Sep 20 


Setelah penantian panjang, akhirnya fans Justice League mendapatkan kabar baik pada tanggal 20 Mei lalu. Setelah hampir tiga tahun memperjuangkan #ReleaseTheSnyderCut di berbagai platform media sosial seperti Twitter, kabar tentang versi "asli" dari film Justice League ini akhirnya menemui titik terang.

Justice League sendiri adalah film superhero tahun 2017 yang, pada awalnya, disutradarai oleh Zack Snyder (Man of Steel, Batman v Superman). Namun sayang, ia harus mundur dari kursi sutaradara setelah tragedi yang menimpa anaknya. Ketika Snyder menyerahkan kendali Justice League ke Joss Whedon (Avengers), dilaporkan ada perubahan besar di dalamnya.

Rupanya, Whedon mengubah visi Snyder dengan cara yang jelas-jelas "merusak." Justice League akhirnya gagal secara kritis dan komersial di tahun perilisannya. Sejak saat itu, para penggemar setia DC terus berharap jika suatu hari nanti mereka akan melihat Justice League versi Snyder.

Pada akhirnya, apa yang dulunya hanyalah mimpi dan topik perbincangan hangat dalam kehidupan nyata dan online kini telah menjadi kenyataan. Setelah menghangkatkan dunia online hari ini, berikut 5 fakta terbaru tentang Justice League versi 'Snyder Cut.'


1. Akan ditayangkan di layanan streaming HBO Max 

Tak lama setelah Snyder mengumumkan berita perilisan di Q&A dengan Henry Cavill pada hari Rabu, 20 Mei 2020, Warner Bros Pictures dan HBO Max langsung mengeluarkan siaran pers resmi yang merinci perilisan Snyder Cut. Setelahnya, Snyder mengucapkan terima kasih pada keputusan yang berani ini.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada HBO Max dan Warner Bros atas keberaniannya untuk mendukung para seniman dan memungkinkan visi sejati mereka terwujud. Juga, terima kasih khususnya kepada semua yang telah terlibat dalam gerakan Snyder Cut untuk mewujudkan hal ini," kata Snyder seperti dilansir dari laman Warner Media Group.

Robert Greenblatt, direktur WarnerMedia Entertainment saat ini, menyatakan bahwa sejak ia menjadi direktur sejak 14 bulan yang lalu, nyanyian untuk #ReleasetheSnyderCut telah menjadi "genderang harian" di kantor dan kotak masuknya.

"Nah, para penggemar telah bertanya dan kami sangat senang. Pada akhirnya, itu semua untuk mereka, dan kami sangat bersemangat untuk merilis visi Zack untuk Justice League pada tahun 2021. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika bukan karena kerja keras dan upaya gabungan dari tim di HBO Max dan Warner Bros Pictures," tambah Greenblatt.

Ketua Warner Bros Pictures Group, Toby Emmerich, juga mengatakan bahwa momen ini terasa seperti saat yang tepat untuk membagikan cerita Zack, dan HBO Max adalah platform yang sempurna untuk melakukannya.


2. Dirilis tahun depan

Platform HBO Max sendiri diluncurkan pada tanggal 27 Mei, hanya sekitar satu minggu setelah perilisan berita Snyder Cut. Namun, sebagaimana disebutkan oleh Variety, Snyder Cut sendiri baru akan dirilis di HBO Max pada tahun 2021.

Memang, belum ada pengumuman resmi tentang tanggal pastinya. Namun Sandra Dewey, presiden produksi dari WarnerMedia Entertaintment, mengungkapkan kalau Justice League versi Snyder Cut akan dirilis antara awal hingga pertengahan tahun 2021.

Tentu saja, para eksekutif yang menjalankan operasi ini ingin memanfaatkan sensasi di sekitar Snyder Cut tanpa harus membuat para penggemar untuk menunggunya lebih lama lagi.


3. Keputusan Zack untuk merilis Snyder Cut 

Untuk semua maksud dan tujuan, Snyder Cut memang akan dirilis. Namun pada awalnya, kampanye #ReleasetheSnyderCut justru menuntut versi "director's cut" dari film Justice League sendiri. Artinya, versi yang dulu dituntut perilisannya bukanlah film baru yang dipoles, melainkan versi lama sebelum Justice League dirombak oleh Joss Whedon.


4 Tahun Pacaran, 10 Momen Pemberkatan Nikah Billy Davidson-Patricia

Berbicara kepada Hollywood Reporter, Zack Snyder dan istrinya, Deborah, membahas berita tentang perilisan Snyder Cut. Snyder menjelaskan kalau pada saat itu satu-satunya director's cut dari film Justice League sebagian besar sudah selesai, tapi belum diberikan efek visual dan belum melalui tahapan pasca produksi.

Snyder sendiri menyimpan salinan versi Justice League itu pada hard drive di rumahnya, dan mengakui kalau dirinya ​​tidak pernah berpikir kalau versi itu akan ditayangkan.

Ia juga berpikir mungkin kalau 20 tahun kemudian akan ada seseorang yang membuat film dokumenter tentang proses pembuatan Justice League, dan dirinya bisa meminjamkan mereka rekaman dan potongan film yang belum pernah dilihat oleh siapa pun.


4. Para bintang Justice League yang gigih mengampanyekan #ReleasetheSnyderCut 

Pada bulan November 2019, tepatnya satu hari setelah ulang tahun kedua Justice League, kampanye #ReleasetheSnyderCut mengalami ledakan besar di jagad Twitter.

Tentunya, hal ini juga memikat para bintang Justice League seperti Gal Gadot (Diana Prince/Wonder Woman), Ben Affleck (Bruce Wayne/Batman), dan Jason Momoa (Arthur Curry/Aquaman) untuk ikut mengampanyekannya.

Agen Snyder sendiri menelepon mereka pada pagi itu, menyampaikan kalau ketua Warner Bros Pictures, Toby Emmerich, mulai mengakui gerakan Snyder Cut dan menyatakan minatnya untuk mewujudkan versi tersebut.

Menurut Snyder, Emmerich bertanya padanya, "Hal ini nyata. Orang-orang di luar sana menginginkannya. Apakah kalian pernah mempertimbangkan untuk melakukan sesuatu?" Dari sana, Zack dan Deborah Snyder mulai mencari cara yang tepat menyelesaikan Snyder Cut.

Pasangan ini pun berhasil menyelesaikannya dan kemudian memutar versi "asli" Justice League — dalam warna hitam dan putih — untuk Warner Bros, HBO Max, dan eksekutif DC Entertainment untuk melihat apakah versi tersebut layak untuk dirilis. Pemutaran tersebut diadakan di rumah Snyder dan ternyata berjalan dengan sangat baik.


5. Snyder Cut akan menjadi sebuah film yang "baru"  

Sampai saat ini, kita belum tahu pasti seperti apa "wajah" Snyder Cut yang akan dirilis nanti. Namun, Hollywood Reporter telah mengindikasikan kalau Snyder telah mengumpulkan kru pasca produksi asli Justice League untuk menambahkan efek visual, melengkapi adegan lama dan mengeditnya dengan cara yang mereka inginkan.

Ada juga kemungkinan kalau beberapa aktor merekam "dialog tambahan" untuk Snyder Cut. Selain itu, ada keputusan besar yang harus dibuat sebelum film itu dapat dirilis, yakni apakah Snyder Cut akan premiere dalam bentuk aslinya — film yang berdurasi hampir empat jam — atau dibagi menjadi enam bagian untuk ditonton layaknya sebuah miniseri.

Sebuah sumber dari "orang dalam" mengklaim kalau proyek penyelesaian Snyder Cut menghabiskan biaya sekitar 20 juta dolar Amerika, sedangkan yang lain memperkirakan kalau total pengeluarannya mencapai hampir 30 juta dolar Amerika.

Snyder sendiri mengatakan kalau Justice League versinya yang akan tayang perdana di HBO Max adalah film yang sama sekali "baru." Perlu diketahui kalau audiens yang melihat Justice League di bioskop menyaksikan tiga perempat dari visi kreatif Whedon dan hanya seperempat versi asli dari Snyder.

Menurut Snyder sendiri, hal itu pastinya menyisakan banyak pertanyaan dan ekspetasi para penggemar. Diharapkan kalau Snyder Cut yang akan dirilis di HBO Max nanti akan memenuhi ekspetasi dari setiap penggemar DC dan semua orang yang menontonnya.

Pada akhirnya, perilisan Snyder Cut menunjukkan kepada kita bahwa, terkadang, mimpi dapat menjadi kenyataan. Jadi, apakah kalian menunggu perilisannya juga?


Sumber :

https://www.idntimes.com/hype/entertainment/shandy-pradana/fakta-tentang-justice-league-snyder-cut-c1c2

Sunday, June 28, 2020

Justice League Vs Darkseid

7 Fakta Darkseid, Villain yang Akan Dihadapi Justice League

By Yuni Usmanda / 23 Juni 2020

Tiga tahun setelah perilisan Justice League (2017), kabar yang paling ditunggu-tunggu oleh penggemar DC akhirnya diumumkan pada Mei lalu. Justice League Snyder Cut yang selama ini diminta oleh para penggemar resmi bakal dirilis di HBO Max pada 2021 dengan nama resmi Zack Snyder’s Justice League. Versi Snyder Cut tentunya bakal sangat berbeda dengan Justice League yang dirilis tiga tahun lalu.

Salah satu hal yang enggak ada di versi 2017 tapi bakal muncul di versi Snyder Cut adalah kehadiran villain mengerikan di semesta DC, yaitu Darkseid. Nah, belum lama ini, HBO Max akhirnya memperlihatkan teaser perdana Zack Snyder’s Justice League. Di video singkat tersebut, penggemar akhirnya bisa melihat penampakan Darkseid yang nantinya bakal meneror Justice League.

Nah, sebelum kita melihat penampilan Darkseid di Zack Snyder’s Justice League, yuk, kenalan dulu dengan supervillain DC ini!


1. Bernama asli Uxas, villain ini pertama kali muncul sebagai kameo di komik Superman’s Pal Jimmy Olsen #134 yang dirilis pada November 1970.

Karakter ini diciptakan oleh sosok yang juga berjasa dalam menciptakan berbagai karakter ikonis di Marvel Comics, yaitu Jack Kirby. Setelah muncul sebagai kameo, Darkseid akhirnya benar-benar muncul sepenuhnya di komik Forever People #1 yang dirilis pada Februari 1971.


2. Dalam menciptakan Darkseid, Kirby terinspirasi dari wajah aktor Jack Palance untuk penggambaran wajah sang villain.

Kirby mengagumi penampilan kuat Palance di berbagai filmnya. Namun, Kirby hanya terinspirasi dari penampilan fisiknya Palance dalam penggambaran Darkseid. Untuk personalitas sang villain, Kirby terinspirasi dari Adolf Hitler dan Richard Nixon.


3. Diceritakan sebagai pangeran planet Apokolips, Uxas membunuh keluarganya sendiri demi mencapai kekuasaan yang dia inginkan.

Pangeran Uxas merupakan anak dari raja Yuga Khan dan ratu Heggra. Sebelum menjadi raja, Uxas telah berambisi untuk merebut kekuasaan atas planet Apokolips. Ketika saudara kandung laki-lakinya, yaitu Drax, hendak mengambil Omega Effect, Uxas malah membunuh Drax dan mengambil kekuatan tersebut untuk dirinya sendiri.

Omega Effect pun mengubah fisik Uxas menjadi seperti batu. Dari sinilah, Uxas menggunakan identitas baru untuk dirinya sendiri, yaitu Darkseid. Suatu hari, villain ini jatuh cinta kepada seorang penyihir Apokolips yang bernama Suli, hingga memiliki seorang anak yang bernama Kalibak. Namun, ibunya Darkseid meracuni Suli karena dianggap membawa pengaruh buruk untuk putranya.

Enggak terima kekasihnya dibunuh, Darkseid malah balik meracuni ibunya sendiri. Setelah kematian ibunya, villain ini akhirnya menjadi raja tertinggi planet Apokolips.


4. Sebagai ras New God, Darkseid memiliki kemampuan alami yang jauh melebihi manusia. Ditambah lagi dengan Omega Effect yang membuatnya jauh lebih berbahaya.

Sebelum mendapatkan kekuatan Omega Effect, Darkseid memiliki banyak kelebihan fisik sebagai ras New God. Villain ini mampu hidup abadi, memiliki kemampuan regenerasi, lalu punya kekebalan, stamina, dan kekuatan yang luar biasa. Semua kelebihan tersebut semain diperkuat ketika Darkseid mendapatkan Omega Effect.

Energi kosmis tersebut membuat sang villain akhirnya mendapatkan kemampuan lain, salah satunya Omega Beams, energi yang bisa dia tembakkan dari matanya. Saking kuatnya, Omega Beams mampu melukai bangsa Kryptonian hingga menghancurkan planet. Heebatnya lagi, Omega Effect juga membuat Darkseid mampu menghidupkan kembali orang yang telah meninggal.


5. Komikus Jim Starlin menjadikan Darkseid sebagai inspirasinya dalam menciptakan Thanos.

Thanos sendiri debut di Marvel Comics lewat komik The Invicible Iron Man #55 yang dirilis pada Februari 1973. Sebelum menciptakan Thanos dalam tampilan fisik seperti yang kita ketahui sekarang, Starlin terlebih dulu menggunakan karakter DC lainnya dari ras New God, yaitu Metron, sebagai inspirasinya dalam menciptakan Thanos.

Yap, Thanos versi awal digambarkan memiliki badan yang jauh lebih kecil. Namun, editornya Starlin pada saat itu, yaitu Roy Thomas, enggak puas dengan penampilan awalnya Thanos. Dibandingkan Metron, Thomas menyarankan Starlin untuk mengambil inspirasi dari Darkseid dalam penggambaran Thanos. Starlin akhirnya membuat badan Thanos menjadi lebih besar dan mengintimasi seperti yang kita ketahui saat ini.


6. Jika Thanos mencari Infinity Gems atau Infinity Stones untuk menguasai semesta, Darkseid berusaha mengungkap Anti-Life Equation untuk menguasai semesta.

Salah satu tujuan terbesar villain ini adalah menghilangkan semua kehendak bebas dari alam semesta. Untuk mencapai tujuan tersebut, Darkseid berusaha mengungkap Anti-Life Equation yang dapat memberinya kontrol penuh atas pikiran dan emosi semua makhluk hidup di alam semesta.

Pada dasarnya, Anti-Life Equation bagaikan rumus persamaan matematika. Villain ini yakin bahwa rumus atau fragmen dari Anti-Life Equation ada di alam bawah sadar manusia. Itulah sebabnya, villain ini menyerang Bumi untuk menyelidiki pikiran setiap manusia, hingga harus berhadapan dengan berbagai superhero.


7. Jika sutradara Bryan Singer jadi menggarap sekuel Superman Returns, Singer berencana mengangkat Darkseid sebagai villain film tersebut.

Pemasukan yang diterima Superman Returns (2006) nyatanya enggak mampu memuaskan Warner Bros, sehingga mereka membatalkan penggarapan sekuelnya. Padahal, sang sutradara telah punya rencana besar terhadap sekuel Superman Returns. Singer rencananya bakal menamakan sekuelnya dengan judul Man of Steel dan memilih Darkseid sebagai musuh utama Superman di film tersebut. Sayangnya, rencana tersebut akhirnya enggak pernah terealisasikan.

Bonus: Villain ini bakal diperankan oleh Ray Porter di Zack Snyder’s Justice League.

Sebelum Snyder mengonfirmasi perilisan Zack Snyder’s Justice League, sutradara ini telah membocorkan nama aktor yang memerankan Darkseid pada April 2019. Porter memang akhirnya sama sekali enggak muncul di Justice League versi 2017. Untungnya, kehadiran Zack Snyder’s Justice League dapat membuat Porter menunjukkan kemampuan aktingnya sebagai sang supervillain.


Sumber :
https://www.kincir.com/movie/cinema/fakta-darkseid-villain-justice-league

Thursday, May 21, 2020

Justice League Snyder Cut

Yang Perlu Diketahui tentang Justice League Snyder Cut — dan Mengapa Beberapa Orang Kesal Terhadap Pembebasannya


OLEH ELIANA DOCKTERMAN

21 MEI, 2020 5:20 PM EDT

Sejak Justice League goyah secara kritis dan komersial pada bulan November 2017, penggemar telah melobi untuk melihat versi yang berbeda dari film di bawah tagar #releasetheSnydercut. Sutradara Zack Snyder telah menyusun versi film yang hampir empat jam sebelum tragedi keluarga menariknya menjauh dari produksi. Snyder menyerahkan kendali kepada sutradara lain, Joss Whedon, yang memproduksi film pop yang secara dramatis menyimpang dari tarif Snyder yang biasanya suram.

Sebagian kecil tapi keras dari penggemar Snyder telah mengerahkan setiap trik dalam buku kampanye kampanye Internet untuk melihat versi film pahlawan super yang tersohor ini: Mereka telah mengecam akun media sosial Warner Bros, membeli papan iklan di Times Square, dan membayar pesawat yang membawa tagar #releasetheSnydercut untuk terbang di atas San Diego Comic-Con. Beberapa dari mereka juga telah melecehkan Whedon dan yang lainnya yang terkait dengan DC Extended Universe (DCEU) - menuduh mereka sebagai "ular" yang bekerja untuk merusak visi Snyder - dan menyebarkan teori konspirasi aneh tentang kritikus film dan jurnalis.

Selain taktik, kontingen #releasetheSnydercut akhirnya mendapatkan keinginannya, ketika HBO Max mengumumkan Rabu bahwa "Snyder cut" film akan dirilis secara eksklusif pada platform streaming baru, mungkin sekitar tahun 2021, setelah Snyder memulihkan rekaman lama dan menyelesaikan posting -produksi. Itu adalah kemenangan yang tidak mungkin: Selama bertahun-tahun, Snyder tidak pernah mengonfirmasi bahwa #Snydercut ada atau bisa dirangkai bersama, dan bahkan penggemar berat mengakui kampanye ini merupakan pukulan panjang. Namun, ada preseden: Sutradara Richard Donner digantikan pada film Superman II 1980, tetapi setelah beberapa dekade melobi penggemar, Warner Bros akhirnya setuju untuk merilis “Donner cut” dari film pada tahun 2005.

Pada saat budaya pop merana ketika film dan TV sebagian besar tetap ditutup selama karantina, merilis potongan film yang sebelumnya ditunggu-tunggu secara liar adalah langkah ekonomi yang cerdas. Tetapi ada beberapa yang berpendapat bahwa keputusan Warner Bros untuk menyerah kepada penggemar yang telah menggunakan taktik meragukan untuk mencapai tujuan mereka mungkin terbukti tidak bijaksana. Ini semua yang perlu Anda ketahui tentang potongan Snyder.

Apa potongan Snyder dari Justice League?

Zack Snyder mengambil jubah sebagai arsitek DCEU setelah Christopher Nolan menetapkan nada untuk film DC masa depan dengan trilogi Dark Knight-nya antara 2005 dan 2012. Setelah membangun gaya yang berbeda dalam adaptasinya dari seri buku komik 300 dan novel grafis Watchmen, Snyder membahas kisah Superman dengan film Man of Steel 2013. Marvel Cinematic Universe sudah berkembang: Iron Man ditayangkan perdana pada 2008, dan film tim-up pertama dalam waralaba itu, The Avengers karya Joss Whedon, memecahkan rekor box office. Bermain mengejar ketinggalan, Warner Bros memutar Man of Steel ke alam semesta sinematik baru dengan Henry Cavill sebagai Superman-nya, Ben Affleck sebagai Batman-nya, Gal Gadot sebagai Wonder Woman-nya, dan Jason Momoa sebagai Aquaman-nya.

Snyder memperkenalkan dua karakter terakhir dalam Batman v Superman 2016: Dawn of Justice dan mulai memfilmkan Justice League pada tahun yang sama. Pada Januari 2017, ia telah menghasilkan potongan film selama empat jam. Warner Bros ingin merilis versi dua jam dan meminta direktur untuk memotong magnum opus-nya. Snyder baru-baru ini mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa ia meremehkan film itu menjadi dua jam dan 20 menit sebelum memutar film untuk studio dan, menurut Snyder, semua orang setuju bahwa film tersebut masih membutuhkan pekerjaan sebelum dapat dirilis ke publik.

Tapi Snyder tidak pernah menyelesaikan filmnya. Putrinya meninggal karena bunuh diri pada bulan Maret 2017, dan Snyder meninggalkan produksi untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Warner Bros merekrut Whedon, yang pada saat itu telah mengarahkan dua film Avengers untuk Marvel, untuk menyelesaikan Justice League pada tanggal rilis November 2017 yang dijadwalkan.

Hasilnya adalah kecelakaan film. Snyder dan Whedon memiliki gaya yang sangat berbeda. Whedon, yang memotong giginya di acara seperti Buffy the Vampire Slayer, membangun reputasi awal sebagai raja humor geek. Dengan dua film Avengers pertama, ia membantu mendefinisikan gaya pukulan-gurauan yang sekarang mendominasi MCU. Snyder, sebaliknya, membangun alam semesta pahlawan super yang ultra-kekerasan, seringkali sampai-sampai menggelikan. (Pikirkan: Leonidas menendang utusan Persia ke dalam lubang ketika dia berteriak "Ini. Apakah. Sparta!" Di 300.) Snyder lebih suka langit-langit yang lebih gelap dan alur cerita yang lebih mewah, penolakan langsung terhadap nada Marvel.

Justice League bergelembung. Warnanya cerah. Ini bukan karya Snyder.

Film ini menghasilkan $ 658 juta di seluruh dunia, kekecewaan dibandingkan dengan Whedon's The Avengers, yang meraup $ 1,5 miliar ketika dirilis setengah dekade sebelumnya. Hollywood menganggap film tim DC sebagai kegagalan besar sehingga Affleck dan Cavill keduanya meninggalkan franchise segera setelah Justice League rilis.

Para penggemar dengan cepat turun ke Twitter untuk meminta versi film “asli”. Petisi Change.org untuk Warner Bros untuk #releasetheSnydercut mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan dalam waktu lima hari sejak rilis film.

Apakah potongan Snyder benar-benar ada?

Semacam. Versi yang diberikan Snyder kepada Warner Bros adalah film yang belum selesai tanpa efek atau musik khusus. Selama bertahun-tahun, akun yang saling bertentangan telah muncul mengenai seberapa banyak dari film asli itu benar-benar berhasil di bioskop. Snyder kadang-kadang memicu spekulasi dengan menjatuhkan storyboard atau gambar yang tidak muncul di cut Whedon.

Melalui upaya atau kejadian yang terkoordinasi, sutradara dan aktor di balik Justice League menghidupkan kembali kampanye pemotongan Snyder akhir tahun lalu. Pada ulang tahun kedua rilis film November lalu ini, #releasetheSnydercut memiliki hari terbesarnya di Twitter, sebagian berkat Affleck dan Gadot yang men-tweet tagar sendiri. Versi Snyder dari film Justice League menjadi yang paling banyak di-Tweet tentang film yang pernah dibuat oleh Warner Bros — meskipun belum pernah dirilis.

Snyder sendiri mulai mem-posting foto dari apa yang tampak sebagai potongan alternatif film pada platform media sosial bernama Vero. Pada tanggal 4 Desember 2019, ia memposting foto gulungan film yang tersimpan dengan namanya pada mereka bersama dengan kata-kata, “Apakah itu nyata? Apakah itu ada Tentu saja."

Snyder sekarang mengatakan bahwa Warner Bros mendekatinya tak lama setelah ulang tahun kedua Justice League untuk melihat apakah dia akan bersedia menyelesaikan potongan dongeng dan melepaskannya pada platform streaming baru HBOMax. Dia setuju, dan film ini kemungkinan akan siap pada 2021.

Tidak jelas seberapa berbedanya potongan Snyder dari aslinya. Snyder mengklaim bahwa hingga hari ini ia belum pernah menonton versi yang dirilis di bioskop. "Anda mungkin melihat seperempat dari apa yang saya lakukan," kata sutradara kepada Hollywood Reporter. Dia menambahkan bahwa dia mendasarkan penilaian itu pada apa yang orang lain katakan kepadanya tentang versi Whedon.

Snyder sedang menyusun kembali tim pasca produksi dari film untuk menghitung ulang, skor dan menambahkan efek visual baru ke versi barunya. Beberapa pemeran asli bahkan mungkin perlu merekam ulang dialog. Seluruh upaya tersebut kemungkinan akan menelan biaya $ 20- $ 30 juta, menurut Hollywood Reporter.

Mengapa beberapa penggemar membenci versi Joss Whedon?

Versi Whedon menandai poros dalam strategi film pahlawan super Warner Bros. — perubahan yang tidak sesuai dengan sebagian penggemar.

Marvel Studios telah menemukan kesuksesan besar dengan film-film yang mengikuti formula aksi-humor yang menyenangkan. Film-film Warner Bros terbukti kurang berhasil secara kritis dan komersial, dan banyak kritikus menyalahkan nada depresi Snyder.

Warner Bros telah mengisyaratkan ingin pindah dari palet suram setelah kritik mengetuk. Batman v Superman karena suaranya yang suram. Sepanjang 2016, Warner Bros meledek Suicide Squad sebagai epik bengkok: Will Smith berbagi cerita tentang Jared Leto, yang berperan sebagai Joker, mengirimkan tikus mati dan menggunakan kondom kepada aktor lain di lokasi syuting. Tapi kemudian sebuah perusahaan produksi independen yang memotong trailer menciptakan penggoda penuh lelucon untuk film yang diatur ke musik pop. Orang-orang menyukai kesenangan, pendekatan yang lebih ringan, dan studio buru-buru menghitung Suicide Squad untuk meniru trailer. Hasilnya adalah plot yang berombak dan tidak koheren. The Joker, digoda sebagai pemain utama dalam film, hanya muncul di beberapa adegan. Karakter dan titik plot secara misterius dijatuhkan di tengah-tengah film.

Tetapi film ini terbukti sukses besar, menghasilkan $ 746,8 juta. Tahun berikutnya, Wonder Woman yang optimis memulai debutnya menuju kesuksesan yang kritis dan komersial dengan penjualan tiket $ 821,8 juta. Maka Justice League mencoba memisahkan perbedaan antara kegembiraan dan kegelapan.

Fans menilai Justice League sebagai bencana karena alasan di luar nada bipolar. Superman, secara teknis, meninggal dalam film sebelumnya, Batman v Superman — tetapi studio itu merusak kebangkitan Superman di Justice League di Comic-Con sebelum film dirilis, mengurangi banyak ketegangan dramatis dari waralaba. Dan pada saat Whedon harus menjadwalkan syuting ulang di menit-menit terakhir untuk film tersebut, bintang Henry Cavill telah menumbuhkan kumis untuk Mission: Impossible - Fallout 2018 dan secara kontrak diwajibkan untuk tidak mencukurnya. Guru CGI studio menciptakan bibir atas palsu yang sangat mengganggu bagi Superman dalam banyak adegannya.

Penggemar mengutip kesalahan langkah ini sebagai sinyal masalah yang lebih besar dengan waralaba yang tampaknya kehilangan kepercayaan pada model Snyder. Sebagian penggemar yang paling marah dengan apa yang mereka anggap sebagai "Marvelization" dari film DC, upaya untuk membuat waralaba lebih menyenangkan dan menghangatkan hati, tidak terlalu berpasir dan "serius."

Ada apa dengan keretakan fandom Marvel-DC?

Semangat penggemar untuk memotong Snyder tidak hanya berasal dari keinginan untuk melihat potongan baru dari film biasa-biasa saja. Debat #releasetheSyndercut adalah bagian dari perang budaya yang lebih besar.

Untuk waktu yang lama, film-film komik menyeimbangkan komik dan tragis. Tren itu berubah dengan seri Dark Knight karya Christopher Nolan, yang, sebagaimana Joker Heath Ledger akan mengingatkan kita, “sangat serius.” Fans memakannya. Adaptasi komik serius diri Snyder seperti 300 dan Watchmen mungkin tidak akan mungkin terjadi tanpa kesuksesan seri Dark Knight. Ketika ia membangun alam semesta DC, Snyder terus mengambil inspirasi dari gravitas Nolan dalam Man of Steel dan Batman v Superman.

Tidak seperti film-film Nolan, film-film Snyder cenderung bernasib buruk dengan kritik, sering mendapatkan skor "busuk" di situs agregator kritis Rotten Tomatoes, memicu kemarahan di antara para penggemarnya.

Kritik memiliki hubungan yang rumit dengan film-film superhero. Bahkan mereka yang menyukai film-film superhero tertentu meratapi kenyataan bahwa Marvel dan DC telah mengeluarkan ide-ide orisinalnya - drama yang mendominasi box office di tahun 90-an atau komedi yang berkembang di tahun 80-an. Alih-alih, genre-genre itu sering disembunyikan dan dikemas ulang di dalam film-film komik untuk menjual tiket. Sebuah debat, yang dipicu oleh Martin Scorsese menuduh film-film Marvel sebagai "bukan bioskop," berkecamuk tahun lalu, apakah film-film buku komik pada dasarnya kurang mendalam. Beberapa kritikus budaya bahkan menyiratkan bahwa penggemar film komik berada dalam kondisi terhambat perkembangannya.

Penilaian itu tidak cocok dengan penggemar film komik yang ingin gairah mereka ditanggapi dengan serius. Dalam upaya untuk membuktikan film-film superhero bukan remaja, mereka menunjuk ke film-film “dewasa” Snyder yang penuh empati — diisi dengan seks dan kekerasan (yang boleh dibilang gratis). Apakah semua materi yang diberi peringkat R membuktikan film-film itu “tidak untuk anak-anak” atau dengan kuat menempatkannya di ranah fantasi remaja pria masih dalam perdebatan, tetapi gerakan pemotongan Snyder berada di pusat konflik itu. Rilisnya dapat membuktikan kemenangan untuk film superhero "lebih serius", atau menjadi lebih banyak bukti bahwa genre tersebut remaja, tergantung pada sikap pribadi Anda.

Apakah #releasetheSnydercut fandom beracun?

Penting untuk membedakan beberapa individu beracun dari gerakan yang lebih besar. Pria yang awalnya memulai petisi Change.org untuk merilis potongan Snyder, Roberto Mata, telah membuat komentar rasis dan seksis. (Dalam petisi Change.org lainnya ia menyebut para pengritiknya sebagai "feminis," "Pendukung Kehidupan Hitam", dan "pejuang keadilan sosial" berusaha membungkamnya demi "kebenaran politik.") Untuk pujian mereka, suara-suara terkemuka lainnya di gerakan #releasetheSyndercut telah menolak Mata.

Tetapi beberapa penggemar masih menggunakan taktik trolling untuk mencapai tujuan mereka. Ketika para kritikus arus utama memberikan ulasan positif pada film-film Marvel, beberapa troll menggunakan tagar Snyder cut untuk menuduh para kritikus film sebagai Disney shills. Ada akun Twitter yang didedikasikan khusus untuk menjebak penggemar dan jurnalis film Marvel. Mereka mengeroyok seorang jurnalis perempuan yang mengkritik gerakan Snyder cut.

Sutradara Wonder Woman, Patty Jenkins dan Matt Reeves, yang akan menyutradarai film Robert Pattinson Batman, keduanya memiliki akun mereka yang penuh dengan tuduhan menjadi "ular" yang merusak visi Snyder dan pelepasan potongan Snyder. Setelah mantan kepala DC Entertainment Diane Nelson tweeted dari The Joker, "ini adalah apa yang seharusnya kita lakukan sejak Nolan" (yaitu studio seharusnya membuat film seperti The Joker bukan film Snyder), #releasetheSyndercut mengganggunya sampai dia menghapus akunnya. YouTuber dan blogger telah berfokus pada produser Geoff Johns sebagai kambing hitam atas kegagalan Justice League.

Penggemar Snyder bahkan baru-baru ini bergabung dengan akun Twitter Warner Bros ketika memposting peringatan untuk Kobe Bryant. Satu komentar berbunyi: “Kami mencintai Kobe. Jadi terima kasih @WBHomeEnt tetapi Anda tidak lolos. #ReleaseTheSndyerCut! RIP ke Laker terhebat sepanjang masa. Ya saya mengatakannya. Terbesar!!!" Balasan lain menunjukkan foto yang diambil dari foto Snyder yang memukul seorang wartawan film.

Mengapa beberapa penggemar menganggap itu masalah bagi Warner Bros untuk melepaskan potongan Snyder?

Rasa kepemilikan penggemar meningkat. Setiap kali studio menyerah kepada sekelompok penggemar yang menggunakan cara beracun untuk mencapai tujuan mereka, satu argumen berbunyi, mereka menetapkan preseden yang berbahaya.

Warner Bros jauh dari studio pertama yang tunduk pada kehendak kritik paling keras mereka. Setelah sekelompok misoginis memprotes film Ghostbusters yang semuanya perempuan dan melecehkan dan meretas salah satu bintangnya, Leslie Jones, hingga mengusirnya dari media sosial, Columbia Pictures menghiasi film Ghostbusters lain — Ghostbusters: Afterlife, disutradarai oleh Jason Reitman dan akan keluar tahun depan — itu akan mengabaikan peristiwa film 2016. Reitman menyatakan bahwa dia akan "menyerahkan film itu kembali kepada para penggemar," yang banyak mengambil sebagai saran bahwa troll misoginis yang mencerca terhadap Ghostbusters perempuan adalah penggemar sejati dan perempuan tidak. Banyak jurnalis berpendapat bahwa mengembalikan Ghostbusters yang semuanya perempuan akan menawarkan troll kemenangan.

Sejak itu, para aktivis dengan agenda misoginis yang transparan telah mencoba untuk menahan sejumlah film Rotten Tomatoes dari film-film utama yang dibintangi wanita, termasuk Captain Marvel, bahkan sebelum ditayangkan, memaksa Rotten Tomatoes untuk mengubah kebijakannya tentang siapa yang diizinkan untuk meninjau film dan kapan.

Tahun lalu, saya menulis tentang bagaimana J.J. Abrams 'Star Wars: The Rise of Skywalker bermain seperti sanggahan langsung dari Star Wars Rian Johnson: The Last Jedi, tampaknya bersandar pada keinginan para penggemar yang keberatan dengan karakter tertentu dan tema film Johnson yang lebih besar dan bahkan memulai petisi online untuk membuat kembali Jedi terakhir. Perubahan, termasuk aktor yang mengesampingkan Kelly Marie Tran, tidak hanya dibuat untuk film biasa-biasa saja tetapi juga mendorong para troll seksis dan fanatik yang telah mengusir Tran dari media sosial dua tahun sebelumnya.

Taktik gerakan #releasetheSyndercut telah, kadang-kadang, mengganggu. Sekarang para penggemar DCEU telah memenangkan kemenangan atas Warner Bros ini, beberapa mungkin menganggapnya sebagai sinyal bahwa metode yang sama harus digunakan pada saat berikutnya mereka bahkan sedikit kecewa dengan sebuah film.

Studio ini juga tampaknya menyiapkan diri untuk kegagalan. Kekecewaan komersial dan kritis Rise of Skywalker membuktikan bahwa membuat film oleh komite penggemar biasanya gagal secara artistik. Potongan Snyder telah dibangun dalam imajinasi penggemar menjadi epik yang sempurna yang akan gerhana tidak hanya versi Whedon tetapi setiap film superhero lainnya yang pernah dibuat. Tidak mungkin film tersebut dapat memenuhi harapan tersebut, terutama karena dibuat bersama ex post facto selama karantina saat ini.

Apa artinya ini bagi masa depan DCEU?

Justice League hampir membunuh DCEU. Baik Cavill dan Affleck keluar dari waralaba setelah syuting berakhir. Film-film spin-off yang telah direncanakan untuk anggota tim, Flash dan Cyborg, masih belum terwujud.

Warner Bros sejak berpaling dari jenis film tim-up yang membuat Marvel Studios waralaba paling sukses di dunia, memilih untuk fokus pada film satu kali yang tidak ada hubungannya dengan satu sama lain plot-bijaksana: tahun lalu Film Joker berlatar tahun 1970-an dan dibintangi Joaquin Phoenix, sebuah reboot Suicide Squad yang akan keluar tahun depan, seri Batman baru yang dibintangi Pattinson. Jangan berharap joker Phoenix akan berhadapan dengan Pattinson's Batman dalam waktu dekat.

Hanya Wonder Woman Gadot dan Aquaman Jason Momoa yang tersisa dari kru Justice League asli, dengan kedua film solo mereka tampil sangat baik di box office. Namun, kecil kemungkinan Warner Bros akan merilis film Justice League lain, setidaknya dengan karakter sebelumnya.

Tapi satu hal yang pasti: Snyder terlibat dalam DCEU lagi. Sutradara telah meninggalkan dunia superhero di belakang untuk mengerjakan proyek-proyek baru, termasuk film zombie Netflix berjudul Army of the Dead dan adaptasi dari novel kontroversial The Fountainhead. Snyder baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia telah meninggalkan proyek terakhir mengingat iklim politik saat ini. Dia khawatir filosofi Ayn Rand adalah "subjek yang sangat sensitif saat ini." Dia mengatakan kepada situs Debat Buku Komik, "Orang-orang akan berpikir itu adalah propaganda sayap kanan yang keras, tetapi saya tidak melihatnya seperti itu. Saya hanya berpikir ceritanya super menyenangkan dan gila dan melodramatis tentang arsitektur dan seks. ”

Maka, mengabaikan alegori politik, Snyder kembali ke dunia film komik yang sedikit kontroversial.


Sumber :
https://time.com/5839692/snyder-cut-justice-league/

Wednesday, May 20, 2020

The Snyder Cut Dirilis dalam Beberapa Episode

The Snyder Cut Mungkin Akan Dirilis dalam Episode, Bukan Sebagai Satu Film

OLEH ALLIE GEMMILL 20 MEI, 2020


Setelah bertahun-tahun tuntutan yang dipimpin oleh penggemar agar Justice League Zack Snyder  Cut tahun 2017 akan dirilis, akhirnya hal itu terjadi. Rabu, 20 Mei sekarang adalah tanggal yang akan hidup dalam keburukan setelah direktur mengumumkan Snyder Cut of Justice League akan dirilis di HBO Max pada 2021. Namun, ketika kegembiraan mulai mereda, pertanyaannya tetap: Bagaimana bentuknya dengan Justice League versi Snyder?

Sebuah laporan mendalam dari The Hollywood Reporter yang diterbitkan Rabu sore menggoda kemungkinan Snyder's Justice League dirilis di HBO Max sebagai pertunjukan enam episode daripada film panjang. THR mencatat kembali pada bulan Februari, Snyder dan mitra kreatifnya, istri Deborah Snyder, membantu menguraikan pitch untuk sekelompok eksekutif terpilih dari Warner Bros, HBO Max, dan DC Comics yang menjelaskan visinya tentang apa yang The Snyder Cut of Justice League akan terlihat seperti. Laporan tersebut mencatat bahwa "pada presentasinya setelah pemutaran film, Snyder menguraikan ide-ide untuk tidak hanya melepaskan potongan tetapi konsep episode dan cliffhangers."

Tidak ada pernyataan resmi dari siapa pun yang terlibat dalam upaya ini, termasuk Snyders, HBO Max, dan Warner Bros., yang mengkonfirmasi bentuk persis dari Justice League. Namun, tanggal rilis 2021 menunjukkan akan ada cukup waktu untuk melakukan panggilan tentang bagaimana ia akan dipotong. Laporan THR menunjukkan mungkin tidak ada rencana untuk bermain aman dengan membuat epik standar dua setengah jam. Alih-alih, laporan tersebut mengungkapkan bahwa Snyders sedang mengerjakan kemungkinan membentuk potongan baru ini menjadi episode atau mungkin film empat jam saat mereka memasang kembali kru pasca-produksi mereka untuk "mencetak, memotong, menambah baru dan menyelesaikan efek visual lama" dan mempertimbangkan untuk memanggil kembali semua atau semua aktor Justice League - yang meliputi Ben Affleck, Henry Cavill, Gal Gadot, Jason Momoa, Ezra Miller, Ray Fisher, jika Anda lupa - untuk merekam ulang dialog. Beruntung bagi para penggemar, Snyder memiliki seluruh potongan aslinya untuk dikerjakan, mengatakan kepada THR, “Ketika kami meninggalkan film, saya hanya mengambil drive dari potongan di atasnya. Sejujurnya saya tidak pernah berpikir itu akan menjadi apa pun. ”

Tidak diragukan lagi akan menguntungkan HBO Max untuk Snyder Cut of Justice League yang akan dirilis dalam beberapa episode versus satu film, betapapun lama film itu mungkin. Sudah merupakan kemenangan besar bagi streamer yang baru lahir untuk menjadi rumah bagi Snyder Cut di masa depan, sebuah properti yang telah membakar berbagai sudut media sosial selama bertahun-tahun ketika para penggemar dengan tergesa-gesa memperjuangkan sedikit demi sedikit untuk melihat visi Snyder tertulis besar di layar. Setelah bertahun-tahun menunggu dan bertanya-tanya, mengapa tidak menyantapnya dan mengubah Justice League menjadi acara lengkap (seolah-olah itu belum dilakukan) untuk memastikan keterlibatan pemirsa maksimum? The Snyders tidak perlu khawatir kehilangan penonton dari minggu ke minggu karena kekhasan rilis cut ini, jadi menyusun enam episode untuk menceritakan kisah yang tampaknya ingin diceritakan oleh Snyder sebenarnya bisa berhasil. Kita hanya harus menunggu dan melihat.

Yang jelas dalam laporan THR adalah betapa bersemangatnya para Snyder memiliki kesempatan untuk melepaskan visi Liga Keadilan mereka setelah semua waktu ini. Seperti yang dikatakan Snyder kepada outlet, "Ini akan menjadi hal yang sama sekali baru, dan, terutama berbicara kepada mereka yang telah melihat film yang dirilis, pengalaman baru selain dari film itu," sementara istri Snyder, Deborah, menambahkan, "Dengan platform baru dan layanan streaming, Anda dapat memiliki sesuatu seperti ini. Anda tidak dapat merilis sesuatu seperti ini secara teatrikal, tetapi Anda bisa menggunakan layanan streaming. Ini adalah kesempatan yang tidak ada di sana dua tahun yang lalu, jujur ​​saja. "

Justice League Snyder Cut secara resmi diperkirakan akan mencapai HBO Max pada tahun 2021. Sampai saat itu, lihat apa artinya sebenarnya sekarang bahwa Snyder Cut terjadi, bagaimana Snyder Cut sebenarnya terjadi, dan intip kalender tanggal rilis kami untuk orang lain film superhero besar.


Sumber :
https://collider.com/justice-league-snyder-cut-episodes-hbo-max/

Related Posts