Pages

Sunday, June 28, 2020

Wonder Woman 1984 Bukanlah Film Sekuel

Gal Gadot Ungkap Wonder Woman 1984 Bukanlah Film Sekuel


By Yuni Usmanda / 25 Juni 2020

Lagi dan lagi, Warner Bros. memilih mengundur tanggal rilis Wonder Woman 1984. Film yang awalnya direncanakan tayang pada 14 Agustus 2020, diundur penayangannya menjadi 2 Oktober 2020 karena pandemi Corona. Yap, kita pun harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa menyaksikan aksi sang superhero yang memiliki nama asli Diana Prince ini.

Semakin lama Wonder Woman 1984 ditayangkan, maka semakin banyak juga detail seputar film ini yang mulai terungkap. Bahkan belum lama ini, tampilan sang villain, yaitu Cheetah, mulai terungkap sedikit demi sedikit. Padahal, Warner Bros. dan sutradara Patty Jenkins masih merahasiakan penampakan Cheetah di filmnya.

Informasi terbaru mengenai Wonder Woman 1984 bertambah lagi, nih, guys. Sang pemeran utama, yaitu Gal Gadot, memberikan tambahan informasi seputar filmnya dalam sebuah wawancara. Dilansir Games Radar, Gadot mengungkapkan bahwa film ini bisa dibilang bukanlah sekuel film pertamanya yang dirilis pada 2017.

“Kami enggak mengambil cerita dari film sebelumnya karena kejadian di film pertamanya terjadi 66 tahun yang lalu. Diana telah hidup bersama manusia selama lebih dari enam dekade. Kisah di film keduanya adalah kisah yang berdiri sendiri. Satu-satunya hal dari film pertamanya yang muncul lagi di film keduanya adalah Diana dan Steve Trevor. Selain itu, film keduanya menampilkan dunia yang benar-benar baru, zaman yang berbeda, Diana yang berbeda, dan cerita yang baru,” ungkap Gadot.

Ini seakan menjadi petunjuk bahwa apa yang terjadi di film pertamanya mungkin enggak akan memiliki pengaruh besar terhadap cerita Wonder Woman 1984. Gadot juga mengungkapkan bahwa Diana di film kedua enggak akan senaif di film pertamanya. Diana bakal tampil lebih bijak, lebih dewasa, dan mengalami perkembangan pesat.

Buat menyegarkan ingatan kalian, film pertama Wonder Women memang berlatar pada Perang Dunia I, sedangkan film keduanya berlatar pada era 1980-an. Diana pastinya telah belajar banyak hal selama jeda antara waktu di film pertama dan film keduanya.


Sumber :
https://www.kincir.com/movie/cinema/gal-gadot-wonder-woman-1984-bukan-sekuel

Rating 8 Film Superman

Rating 8 Film Superman dari Terendah sampai Tertinggi

By Yuni Usmanda / 24 Juni 2020

Dibandingkan superhero lainnya, Superman bisa dibilang dedengkotnya para superhero di layar lebar. Jika kita tarik sejarahnya, nih, superhero yang bernama asli Kal-El ini pertama kali muncul lewat seri film Superman yang dirilis pada 1948. Yap, jagoan ini telah memeriahkan dunia perfilman sejak era film hitam-putih.

Walau telah ada sejak masa lampau, film superhero DC ini yang mulai memberikan pengaruh besar kepada kebudayaan pop adalah film pertama versi Christopher Reeve yang dirilis pada 1978. Sejak 1978 hingga saat ini, total ada delapan film Superman.

Nah, dari delapan film Superman, film apa saja yang memiliki rating terendah sampai tertinggi? Yuk, simak daftarnya!


8. Superman IV: The Quest for Peace (Rating: 11%)

Kesuksesan film pertama Superman versi Christopher Reeve membuat sang aktor mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai sang superhero sebanyak empat film. Sayangnya, film keempat Reeve bisa dibilang yang paling gagal di antara semuanya. Film ini hanya mendapatkan skor 11% di Rotten Tomatoes, bahkan skor audiensinya pun hanya mencapai 16%.

Berbagai aksi yang ditampilkan di Superman IV: The Quest for Peace (1987) dianggap membosankan. Ditambah lagi dengan efek visualnya yang terlihat murahan. Saking buruknya, film ini menjadi film Superman dengan pendapatan terendah dan masuk dalam nominasi “Worst Supporting Actress” dan “Worst Visual Effects” Razzies 1988.


7. Superman III (Rating: 26%)

Walau enggak seburuk Superman IV: The Quest for Peace, film ketiga versi Christopher Reeve ternyata nasibnya juga enggak baik di mata kritikus. Film ini hanya mendapatkan skor 26% di Rotten Tomatoes, bahkan skor audiensinya lebih rendah, yaitu 23%. Nilai plusnya, film yang disutradarai oleh Richard Lester ini memperoleh pendapatan yang lebih baik dari film keempatnya.

Film yang rilis pada 1983 ini dianggap menghancurkan apa yang telah dibangun dari dua film pertamanya demi lelucon yang enggak perlu. Walau begitu, penampilan Reeve di adegan pertarungan antara Clark Kent dan Superman versi jahat cukup diacungi jempol. Film ini juga masuk nominasi “Worst Supporting Actor” dan “Worst Musical Score” Razzies 1984.


6. Batman v Superman: Dawn of Justice (Rating: 28%)

Sebagian dari kalian mungkin enggak setuju bahwa film garapan Zack Snyder ini berada di urutan tiga terbawah. Kenyataannya, film ini hanya mendapatkan skor 28% di Rotten Tomatoes. Namun, banyak penonton yang tampaknya enggak setuju dengan penilaian para kritikus, Soalnya, film ini mendapatkan skor audiensi yang jauh lebih tinggi, yaitu 62%.

Batman v Superman: Dawn of Justice (2016) memang menghadirkan kisah dengan potensi yang kuat, apalagi berbagai superhero ikonis DC pun akhirnya dipertemukan dalam satu film. Namun, kritikus mengkritik jalan cerita filmnya yang membingungkan karena kurangnya latar belakang untuk beberapa karakter. Parahnya lagi, film ini masuk dalam tujuh nominasi Razzies 2017 dan memenangkan empat nominasinya.


5. Justice League (Rating: 40%)

Kelanjutan Dawn of Justice nyatanya juga enggak berhasil memuaskan kritikus. Film garapan Zack Snyder yang kemudian dilanjutkan oleh Joss Whedon ini hanya mendapatkan skor 40% di Rotten Tomatoes. Seperti halnya Dawn of Justice, banyak penonton yang enggak setuju dengan penilaian kritikus karena skor audiensi film ini jauh lebih tinggi, yaitu 71%.

Dengan bujet yang sangat besar, yaitu 300 juta dolar (sekitar Rp4,3 triliun), pendapatan yang diterima film ini malah jauh lebih rendah dari empat film DCEU yang dirilis sebelum Justice League (2017). Jalan cerita, villain yang kurang dikembangkan dengan baik, serta CGI menjadi masalah di film ini. Yap, film berbujet 300 juta dolar malah memperlihatkan kualitas CGI bibir Henry Cavill yang terlihat sangat buruk.


4. Man of Steel (Rating: 56%)

Film solo pertama Superman di DCEU ternyata memiliki skor yang jauh lebih baik dari dua film DCEU yang telah disebutkan di atas. Namun, Man of Steel (2013) nyatanya masih belum berhasil memuaskan kritikus dengan perolehan skor 56% di Rotten Tomatoes. Seperti dua film DCEU yang telah disebutkan di atas, film ini malah mendapatkan skor audiensi yang lebih baik, yaitu 75%.

Film yang juga disutradarai oleh Zack Snyder ini dianggap kurang memberikan pengembangan kepada karakternya dan menampilkan pertarungan yang berlarut-larut. Nuansanya yang terlalu gelap dibandingkan film-film jagoan ini sebelumnya juga jadi salah satu hal yang dikritik. Selain itu, penampilan Henry Cavill masih dianggap kurang maksimal di film ini.


3. Superman Returns (Rating: 75%)

Setelah versi Christopher Reeve dihentikan dan sang jagoan absen di layar lebar dalam waktu yang lama, Kal-El muncul kembali dengan aktor baru, yaitu Brandon Routh. 19 tahun setelah menghilang di layar lebar, Superman Returns (2006) ternyata disambut dengan sangat baik oleh kritikus. Film ini mendapatkan skor 75% di Rotten Tomatoes, bahkan mendapatkan “Sertifikat Segar”.

Sebagai kelanjutan dua film pertama Superman versi Reeve, film garapan Bryan Singer ini dianggap berhasil menghadirkan kisah yang sesuai dengan penonton yang lebih modern. Naskah serta akting Kevin Spacey mendapatkan sorotan lebih di film ini. Walau berhasil memuaskan kritikus, film ini nyatanya kurang sukses secara pendapatan.


2. Superman II (Rating: 87%)

Walau film Superman ketiga dan keempat versi Christopher Reeve dianggap yang terburuk, kritikus ternyata memberikan penilaian yang berbeda kepada film keduanya. Film garapan Richard Lester ini mendapatkan skor 87% dan “Sertifikat Segar” di Rotten Tomatoes.

Superman II (1980) dianggap berhasil memasukkan pesan yang mendalam lewat kisah Kal-El dalam mengatur dua identitasnya, yaitu Clark Kent dan Superman. Pengembangan karakter dan dialog yang ditampilan di film ini juga menjadi nilai plus.


1. Superman (Rating: 94%)

Gelar film Superman terbaik oleh para kritikus ternyata jatuh kepada film pertama versi Christopher Reeve yang dirilis pada 1978. Film ini berhasil mendapatkan skor yang cukup fantastis di Rotten Tomatoes, yaitu 94%. Enggak lupa film ini juga mendapatkan “Sertifikat Segar”.

Film yang disutradarai oleh Richard Donner ini dianggap berhasil menampilkan kombinasi yang sempurna, di antaranya petualangan, romansa, pergulatan superhero dan penjahat, serta efek visual yang cukup terdepan pada masanya. Pemilihan Reeve sebagai sang jagoan pun menjadi nilai plus dari film ini.


Itulah deretan film Superman mulai dari yang ratingnya paling rendah hingga yang paling tinggi.


Sumber :
https://www.kincir.com/movie/cinema/film-superman-terburuk-terbaik?utm_source=facebook&utm_medium=cpc&utm_campaign=Distribution_Link&utm_term=Film&utm_content=Superman&fbclid=IwAR3yqxCmrH0TOel6LY0hs4Fmdm_NeYfT8_D8Fflu0yqnlNEd4OMnXqilz_c

Sunday, June 14, 2020

Kapan Man of Steel 2 ?

Ini Alasannya Kenapa ‘Man of Steel 2’ Tak Kunjung Terealisasi


by Marvin Emir

Semenjak perilisan film pembuka dunia sinematik superhero DC (DCEU), Man of Steel (2013) yang sukses baik secara kritikan maupun di chart box-office dunia, gak dipungkiri bahwa banyak fans yang sangat berharap agar sekuel-nya segera diproduksi aka Man of Steel 2.

Namun sayang, hal tersebut tidak pernah terealisasikan. Salah satu faktanya juga dikarenakan resepsi dingin yang kala itu diterima oleh Batman V Superman: Dawn of Justice (2016).

Rencana tersebut semakin jauh dari permukaan setelah film team-up superhero DCEU pertama, Justice League (2017), juga mendapatkan resepsi yang kurang begitu memuaskan walau memang, resepsinya jauh lebih “hangat” daripada BVS.

Nah ketika 1-2 tahun terakhir ini terdengar kabar bahwa dimulai dari Aquaman (2018), secara perlahan DCEU akan memasuki proses pengulangan / reboot, secercah optimisme pun muncul. Tapi entah mengapa semenjak itu, kita tidka begitu banyak mendengar kabar perkembangan proyek-nya tersebut.

Dan setelah penasaran sekian lama, akhirnya kita mendapatkan juga kurang lebih alasannya.

Jadi seperti laporan dalam yang didapat dari Heroic Hollywood, hal ini dikarenakan pihak Warner Bros tidak percaya diri kalau film solo Superman akan bisa sukses di saat-saat ini.

Pihak WB justru lebih menginginkan Superman tampil lagi dulu sebagai pendukung (supporting character) di film-film DCEU yang akan dirilis mendatang. Jadi dengan kata lain, WB ingin melihat lagi dulu performa Henry Cavill sebagai Superman apabila ia hanya menjadi pendukung.

Apabila nanti dirasa masih oke, maka bisa jadi sekuel yang telah diharapkan tersebut akan dapat terealisasikan. Hmm, entahlah menurut kami keputusan WB ini kurang tepat banget. Oke deh apabila penampilan baliknya nanti sebagai cameo di Shazam 2. Tapi setelah itu, menurut kami Cavill harus tampil di sekuel MOS.

Pasalnya menurut kami (dan mungkin sebagain besar dari Chillers), Cavill sejak MOS sudah kelihatan keren dan bisa banget kok menahkodai film solo Superman-nya. Jadi entahlah mengapa keputusan tersebut bisa tercetus di benak mereka. Kalau menurut kalian kenapa nih kira-kira Chillers?


Sumber :
https://cineverse.id/movies/ini-alasannya-kenapa-man-of-steel-2-tak-kunjung-terealisasi/

Thursday, May 21, 2020

Justice League Snyder Cut

Yang Perlu Diketahui tentang Justice League Snyder Cut — dan Mengapa Beberapa Orang Kesal Terhadap Pembebasannya


OLEH ELIANA DOCKTERMAN

21 MEI, 2020 5:20 PM EDT

Sejak Justice League goyah secara kritis dan komersial pada bulan November 2017, penggemar telah melobi untuk melihat versi yang berbeda dari film di bawah tagar #releasetheSnydercut. Sutradara Zack Snyder telah menyusun versi film yang hampir empat jam sebelum tragedi keluarga menariknya menjauh dari produksi. Snyder menyerahkan kendali kepada sutradara lain, Joss Whedon, yang memproduksi film pop yang secara dramatis menyimpang dari tarif Snyder yang biasanya suram.

Sebagian kecil tapi keras dari penggemar Snyder telah mengerahkan setiap trik dalam buku kampanye kampanye Internet untuk melihat versi film pahlawan super yang tersohor ini: Mereka telah mengecam akun media sosial Warner Bros, membeli papan iklan di Times Square, dan membayar pesawat yang membawa tagar #releasetheSnydercut untuk terbang di atas San Diego Comic-Con. Beberapa dari mereka juga telah melecehkan Whedon dan yang lainnya yang terkait dengan DC Extended Universe (DCEU) - menuduh mereka sebagai "ular" yang bekerja untuk merusak visi Snyder - dan menyebarkan teori konspirasi aneh tentang kritikus film dan jurnalis.

Selain taktik, kontingen #releasetheSnydercut akhirnya mendapatkan keinginannya, ketika HBO Max mengumumkan Rabu bahwa "Snyder cut" film akan dirilis secara eksklusif pada platform streaming baru, mungkin sekitar tahun 2021, setelah Snyder memulihkan rekaman lama dan menyelesaikan posting -produksi. Itu adalah kemenangan yang tidak mungkin: Selama bertahun-tahun, Snyder tidak pernah mengonfirmasi bahwa #Snydercut ada atau bisa dirangkai bersama, dan bahkan penggemar berat mengakui kampanye ini merupakan pukulan panjang. Namun, ada preseden: Sutradara Richard Donner digantikan pada film Superman II 1980, tetapi setelah beberapa dekade melobi penggemar, Warner Bros akhirnya setuju untuk merilis “Donner cut” dari film pada tahun 2005.

Pada saat budaya pop merana ketika film dan TV sebagian besar tetap ditutup selama karantina, merilis potongan film yang sebelumnya ditunggu-tunggu secara liar adalah langkah ekonomi yang cerdas. Tetapi ada beberapa yang berpendapat bahwa keputusan Warner Bros untuk menyerah kepada penggemar yang telah menggunakan taktik meragukan untuk mencapai tujuan mereka mungkin terbukti tidak bijaksana. Ini semua yang perlu Anda ketahui tentang potongan Snyder.

Apa potongan Snyder dari Justice League?

Zack Snyder mengambil jubah sebagai arsitek DCEU setelah Christopher Nolan menetapkan nada untuk film DC masa depan dengan trilogi Dark Knight-nya antara 2005 dan 2012. Setelah membangun gaya yang berbeda dalam adaptasinya dari seri buku komik 300 dan novel grafis Watchmen, Snyder membahas kisah Superman dengan film Man of Steel 2013. Marvel Cinematic Universe sudah berkembang: Iron Man ditayangkan perdana pada 2008, dan film tim-up pertama dalam waralaba itu, The Avengers karya Joss Whedon, memecahkan rekor box office. Bermain mengejar ketinggalan, Warner Bros memutar Man of Steel ke alam semesta sinematik baru dengan Henry Cavill sebagai Superman-nya, Ben Affleck sebagai Batman-nya, Gal Gadot sebagai Wonder Woman-nya, dan Jason Momoa sebagai Aquaman-nya.

Snyder memperkenalkan dua karakter terakhir dalam Batman v Superman 2016: Dawn of Justice dan mulai memfilmkan Justice League pada tahun yang sama. Pada Januari 2017, ia telah menghasilkan potongan film selama empat jam. Warner Bros ingin merilis versi dua jam dan meminta direktur untuk memotong magnum opus-nya. Snyder baru-baru ini mengatakan kepada The Hollywood Reporter bahwa ia meremehkan film itu menjadi dua jam dan 20 menit sebelum memutar film untuk studio dan, menurut Snyder, semua orang setuju bahwa film tersebut masih membutuhkan pekerjaan sebelum dapat dirilis ke publik.

Tapi Snyder tidak pernah menyelesaikan filmnya. Putrinya meninggal karena bunuh diri pada bulan Maret 2017, dan Snyder meninggalkan produksi untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Warner Bros merekrut Whedon, yang pada saat itu telah mengarahkan dua film Avengers untuk Marvel, untuk menyelesaikan Justice League pada tanggal rilis November 2017 yang dijadwalkan.

Hasilnya adalah kecelakaan film. Snyder dan Whedon memiliki gaya yang sangat berbeda. Whedon, yang memotong giginya di acara seperti Buffy the Vampire Slayer, membangun reputasi awal sebagai raja humor geek. Dengan dua film Avengers pertama, ia membantu mendefinisikan gaya pukulan-gurauan yang sekarang mendominasi MCU. Snyder, sebaliknya, membangun alam semesta pahlawan super yang ultra-kekerasan, seringkali sampai-sampai menggelikan. (Pikirkan: Leonidas menendang utusan Persia ke dalam lubang ketika dia berteriak "Ini. Apakah. Sparta!" Di 300.) Snyder lebih suka langit-langit yang lebih gelap dan alur cerita yang lebih mewah, penolakan langsung terhadap nada Marvel.

Justice League bergelembung. Warnanya cerah. Ini bukan karya Snyder.

Film ini menghasilkan $ 658 juta di seluruh dunia, kekecewaan dibandingkan dengan Whedon's The Avengers, yang meraup $ 1,5 miliar ketika dirilis setengah dekade sebelumnya. Hollywood menganggap film tim DC sebagai kegagalan besar sehingga Affleck dan Cavill keduanya meninggalkan franchise segera setelah Justice League rilis.

Para penggemar dengan cepat turun ke Twitter untuk meminta versi film “asli”. Petisi Change.org untuk Warner Bros untuk #releasetheSnydercut mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan dalam waktu lima hari sejak rilis film.

Apakah potongan Snyder benar-benar ada?

Semacam. Versi yang diberikan Snyder kepada Warner Bros adalah film yang belum selesai tanpa efek atau musik khusus. Selama bertahun-tahun, akun yang saling bertentangan telah muncul mengenai seberapa banyak dari film asli itu benar-benar berhasil di bioskop. Snyder kadang-kadang memicu spekulasi dengan menjatuhkan storyboard atau gambar yang tidak muncul di cut Whedon.

Melalui upaya atau kejadian yang terkoordinasi, sutradara dan aktor di balik Justice League menghidupkan kembali kampanye pemotongan Snyder akhir tahun lalu. Pada ulang tahun kedua rilis film November lalu ini, #releasetheSnydercut memiliki hari terbesarnya di Twitter, sebagian berkat Affleck dan Gadot yang men-tweet tagar sendiri. Versi Snyder dari film Justice League menjadi yang paling banyak di-Tweet tentang film yang pernah dibuat oleh Warner Bros — meskipun belum pernah dirilis.

Snyder sendiri mulai mem-posting foto dari apa yang tampak sebagai potongan alternatif film pada platform media sosial bernama Vero. Pada tanggal 4 Desember 2019, ia memposting foto gulungan film yang tersimpan dengan namanya pada mereka bersama dengan kata-kata, “Apakah itu nyata? Apakah itu ada Tentu saja."

Snyder sekarang mengatakan bahwa Warner Bros mendekatinya tak lama setelah ulang tahun kedua Justice League untuk melihat apakah dia akan bersedia menyelesaikan potongan dongeng dan melepaskannya pada platform streaming baru HBOMax. Dia setuju, dan film ini kemungkinan akan siap pada 2021.

Tidak jelas seberapa berbedanya potongan Snyder dari aslinya. Snyder mengklaim bahwa hingga hari ini ia belum pernah menonton versi yang dirilis di bioskop. "Anda mungkin melihat seperempat dari apa yang saya lakukan," kata sutradara kepada Hollywood Reporter. Dia menambahkan bahwa dia mendasarkan penilaian itu pada apa yang orang lain katakan kepadanya tentang versi Whedon.

Snyder sedang menyusun kembali tim pasca produksi dari film untuk menghitung ulang, skor dan menambahkan efek visual baru ke versi barunya. Beberapa pemeran asli bahkan mungkin perlu merekam ulang dialog. Seluruh upaya tersebut kemungkinan akan menelan biaya $ 20- $ 30 juta, menurut Hollywood Reporter.

Mengapa beberapa penggemar membenci versi Joss Whedon?

Versi Whedon menandai poros dalam strategi film pahlawan super Warner Bros. — perubahan yang tidak sesuai dengan sebagian penggemar.

Marvel Studios telah menemukan kesuksesan besar dengan film-film yang mengikuti formula aksi-humor yang menyenangkan. Film-film Warner Bros terbukti kurang berhasil secara kritis dan komersial, dan banyak kritikus menyalahkan nada depresi Snyder.

Warner Bros telah mengisyaratkan ingin pindah dari palet suram setelah kritik mengetuk. Batman v Superman karena suaranya yang suram. Sepanjang 2016, Warner Bros meledek Suicide Squad sebagai epik bengkok: Will Smith berbagi cerita tentang Jared Leto, yang berperan sebagai Joker, mengirimkan tikus mati dan menggunakan kondom kepada aktor lain di lokasi syuting. Tapi kemudian sebuah perusahaan produksi independen yang memotong trailer menciptakan penggoda penuh lelucon untuk film yang diatur ke musik pop. Orang-orang menyukai kesenangan, pendekatan yang lebih ringan, dan studio buru-buru menghitung Suicide Squad untuk meniru trailer. Hasilnya adalah plot yang berombak dan tidak koheren. The Joker, digoda sebagai pemain utama dalam film, hanya muncul di beberapa adegan. Karakter dan titik plot secara misterius dijatuhkan di tengah-tengah film.

Tetapi film ini terbukti sukses besar, menghasilkan $ 746,8 juta. Tahun berikutnya, Wonder Woman yang optimis memulai debutnya menuju kesuksesan yang kritis dan komersial dengan penjualan tiket $ 821,8 juta. Maka Justice League mencoba memisahkan perbedaan antara kegembiraan dan kegelapan.

Fans menilai Justice League sebagai bencana karena alasan di luar nada bipolar. Superman, secara teknis, meninggal dalam film sebelumnya, Batman v Superman — tetapi studio itu merusak kebangkitan Superman di Justice League di Comic-Con sebelum film dirilis, mengurangi banyak ketegangan dramatis dari waralaba. Dan pada saat Whedon harus menjadwalkan syuting ulang di menit-menit terakhir untuk film tersebut, bintang Henry Cavill telah menumbuhkan kumis untuk Mission: Impossible - Fallout 2018 dan secara kontrak diwajibkan untuk tidak mencukurnya. Guru CGI studio menciptakan bibir atas palsu yang sangat mengganggu bagi Superman dalam banyak adegannya.

Penggemar mengutip kesalahan langkah ini sebagai sinyal masalah yang lebih besar dengan waralaba yang tampaknya kehilangan kepercayaan pada model Snyder. Sebagian penggemar yang paling marah dengan apa yang mereka anggap sebagai "Marvelization" dari film DC, upaya untuk membuat waralaba lebih menyenangkan dan menghangatkan hati, tidak terlalu berpasir dan "serius."

Ada apa dengan keretakan fandom Marvel-DC?

Semangat penggemar untuk memotong Snyder tidak hanya berasal dari keinginan untuk melihat potongan baru dari film biasa-biasa saja. Debat #releasetheSyndercut adalah bagian dari perang budaya yang lebih besar.

Untuk waktu yang lama, film-film komik menyeimbangkan komik dan tragis. Tren itu berubah dengan seri Dark Knight karya Christopher Nolan, yang, sebagaimana Joker Heath Ledger akan mengingatkan kita, “sangat serius.” Fans memakannya. Adaptasi komik serius diri Snyder seperti 300 dan Watchmen mungkin tidak akan mungkin terjadi tanpa kesuksesan seri Dark Knight. Ketika ia membangun alam semesta DC, Snyder terus mengambil inspirasi dari gravitas Nolan dalam Man of Steel dan Batman v Superman.

Tidak seperti film-film Nolan, film-film Snyder cenderung bernasib buruk dengan kritik, sering mendapatkan skor "busuk" di situs agregator kritis Rotten Tomatoes, memicu kemarahan di antara para penggemarnya.

Kritik memiliki hubungan yang rumit dengan film-film superhero. Bahkan mereka yang menyukai film-film superhero tertentu meratapi kenyataan bahwa Marvel dan DC telah mengeluarkan ide-ide orisinalnya - drama yang mendominasi box office di tahun 90-an atau komedi yang berkembang di tahun 80-an. Alih-alih, genre-genre itu sering disembunyikan dan dikemas ulang di dalam film-film komik untuk menjual tiket. Sebuah debat, yang dipicu oleh Martin Scorsese menuduh film-film Marvel sebagai "bukan bioskop," berkecamuk tahun lalu, apakah film-film buku komik pada dasarnya kurang mendalam. Beberapa kritikus budaya bahkan menyiratkan bahwa penggemar film komik berada dalam kondisi terhambat perkembangannya.

Penilaian itu tidak cocok dengan penggemar film komik yang ingin gairah mereka ditanggapi dengan serius. Dalam upaya untuk membuktikan film-film superhero bukan remaja, mereka menunjuk ke film-film “dewasa” Snyder yang penuh empati — diisi dengan seks dan kekerasan (yang boleh dibilang gratis). Apakah semua materi yang diberi peringkat R membuktikan film-film itu “tidak untuk anak-anak” atau dengan kuat menempatkannya di ranah fantasi remaja pria masih dalam perdebatan, tetapi gerakan pemotongan Snyder berada di pusat konflik itu. Rilisnya dapat membuktikan kemenangan untuk film superhero "lebih serius", atau menjadi lebih banyak bukti bahwa genre tersebut remaja, tergantung pada sikap pribadi Anda.

Apakah #releasetheSnydercut fandom beracun?

Penting untuk membedakan beberapa individu beracun dari gerakan yang lebih besar. Pria yang awalnya memulai petisi Change.org untuk merilis potongan Snyder, Roberto Mata, telah membuat komentar rasis dan seksis. (Dalam petisi Change.org lainnya ia menyebut para pengritiknya sebagai "feminis," "Pendukung Kehidupan Hitam", dan "pejuang keadilan sosial" berusaha membungkamnya demi "kebenaran politik.") Untuk pujian mereka, suara-suara terkemuka lainnya di gerakan #releasetheSyndercut telah menolak Mata.

Tetapi beberapa penggemar masih menggunakan taktik trolling untuk mencapai tujuan mereka. Ketika para kritikus arus utama memberikan ulasan positif pada film-film Marvel, beberapa troll menggunakan tagar Snyder cut untuk menuduh para kritikus film sebagai Disney shills. Ada akun Twitter yang didedikasikan khusus untuk menjebak penggemar dan jurnalis film Marvel. Mereka mengeroyok seorang jurnalis perempuan yang mengkritik gerakan Snyder cut.

Sutradara Wonder Woman, Patty Jenkins dan Matt Reeves, yang akan menyutradarai film Robert Pattinson Batman, keduanya memiliki akun mereka yang penuh dengan tuduhan menjadi "ular" yang merusak visi Snyder dan pelepasan potongan Snyder. Setelah mantan kepala DC Entertainment Diane Nelson tweeted dari The Joker, "ini adalah apa yang seharusnya kita lakukan sejak Nolan" (yaitu studio seharusnya membuat film seperti The Joker bukan film Snyder), #releasetheSyndercut mengganggunya sampai dia menghapus akunnya. YouTuber dan blogger telah berfokus pada produser Geoff Johns sebagai kambing hitam atas kegagalan Justice League.

Penggemar Snyder bahkan baru-baru ini bergabung dengan akun Twitter Warner Bros ketika memposting peringatan untuk Kobe Bryant. Satu komentar berbunyi: “Kami mencintai Kobe. Jadi terima kasih @WBHomeEnt tetapi Anda tidak lolos. #ReleaseTheSndyerCut! RIP ke Laker terhebat sepanjang masa. Ya saya mengatakannya. Terbesar!!!" Balasan lain menunjukkan foto yang diambil dari foto Snyder yang memukul seorang wartawan film.

Mengapa beberapa penggemar menganggap itu masalah bagi Warner Bros untuk melepaskan potongan Snyder?

Rasa kepemilikan penggemar meningkat. Setiap kali studio menyerah kepada sekelompok penggemar yang menggunakan cara beracun untuk mencapai tujuan mereka, satu argumen berbunyi, mereka menetapkan preseden yang berbahaya.

Warner Bros jauh dari studio pertama yang tunduk pada kehendak kritik paling keras mereka. Setelah sekelompok misoginis memprotes film Ghostbusters yang semuanya perempuan dan melecehkan dan meretas salah satu bintangnya, Leslie Jones, hingga mengusirnya dari media sosial, Columbia Pictures menghiasi film Ghostbusters lain — Ghostbusters: Afterlife, disutradarai oleh Jason Reitman dan akan keluar tahun depan — itu akan mengabaikan peristiwa film 2016. Reitman menyatakan bahwa dia akan "menyerahkan film itu kembali kepada para penggemar," yang banyak mengambil sebagai saran bahwa troll misoginis yang mencerca terhadap Ghostbusters perempuan adalah penggemar sejati dan perempuan tidak. Banyak jurnalis berpendapat bahwa mengembalikan Ghostbusters yang semuanya perempuan akan menawarkan troll kemenangan.

Sejak itu, para aktivis dengan agenda misoginis yang transparan telah mencoba untuk menahan sejumlah film Rotten Tomatoes dari film-film utama yang dibintangi wanita, termasuk Captain Marvel, bahkan sebelum ditayangkan, memaksa Rotten Tomatoes untuk mengubah kebijakannya tentang siapa yang diizinkan untuk meninjau film dan kapan.

Tahun lalu, saya menulis tentang bagaimana J.J. Abrams 'Star Wars: The Rise of Skywalker bermain seperti sanggahan langsung dari Star Wars Rian Johnson: The Last Jedi, tampaknya bersandar pada keinginan para penggemar yang keberatan dengan karakter tertentu dan tema film Johnson yang lebih besar dan bahkan memulai petisi online untuk membuat kembali Jedi terakhir. Perubahan, termasuk aktor yang mengesampingkan Kelly Marie Tran, tidak hanya dibuat untuk film biasa-biasa saja tetapi juga mendorong para troll seksis dan fanatik yang telah mengusir Tran dari media sosial dua tahun sebelumnya.

Taktik gerakan #releasetheSyndercut telah, kadang-kadang, mengganggu. Sekarang para penggemar DCEU telah memenangkan kemenangan atas Warner Bros ini, beberapa mungkin menganggapnya sebagai sinyal bahwa metode yang sama harus digunakan pada saat berikutnya mereka bahkan sedikit kecewa dengan sebuah film.

Studio ini juga tampaknya menyiapkan diri untuk kegagalan. Kekecewaan komersial dan kritis Rise of Skywalker membuktikan bahwa membuat film oleh komite penggemar biasanya gagal secara artistik. Potongan Snyder telah dibangun dalam imajinasi penggemar menjadi epik yang sempurna yang akan gerhana tidak hanya versi Whedon tetapi setiap film superhero lainnya yang pernah dibuat. Tidak mungkin film tersebut dapat memenuhi harapan tersebut, terutama karena dibuat bersama ex post facto selama karantina saat ini.

Apa artinya ini bagi masa depan DCEU?

Justice League hampir membunuh DCEU. Baik Cavill dan Affleck keluar dari waralaba setelah syuting berakhir. Film-film spin-off yang telah direncanakan untuk anggota tim, Flash dan Cyborg, masih belum terwujud.

Warner Bros sejak berpaling dari jenis film tim-up yang membuat Marvel Studios waralaba paling sukses di dunia, memilih untuk fokus pada film satu kali yang tidak ada hubungannya dengan satu sama lain plot-bijaksana: tahun lalu Film Joker berlatar tahun 1970-an dan dibintangi Joaquin Phoenix, sebuah reboot Suicide Squad yang akan keluar tahun depan, seri Batman baru yang dibintangi Pattinson. Jangan berharap joker Phoenix akan berhadapan dengan Pattinson's Batman dalam waktu dekat.

Hanya Wonder Woman Gadot dan Aquaman Jason Momoa yang tersisa dari kru Justice League asli, dengan kedua film solo mereka tampil sangat baik di box office. Namun, kecil kemungkinan Warner Bros akan merilis film Justice League lain, setidaknya dengan karakter sebelumnya.

Tapi satu hal yang pasti: Snyder terlibat dalam DCEU lagi. Sutradara telah meninggalkan dunia superhero di belakang untuk mengerjakan proyek-proyek baru, termasuk film zombie Netflix berjudul Army of the Dead dan adaptasi dari novel kontroversial The Fountainhead. Snyder baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia telah meninggalkan proyek terakhir mengingat iklim politik saat ini. Dia khawatir filosofi Ayn Rand adalah "subjek yang sangat sensitif saat ini." Dia mengatakan kepada situs Debat Buku Komik, "Orang-orang akan berpikir itu adalah propaganda sayap kanan yang keras, tetapi saya tidak melihatnya seperti itu. Saya hanya berpikir ceritanya super menyenangkan dan gila dan melodramatis tentang arsitektur dan seks. ”

Maka, mengabaikan alegori politik, Snyder kembali ke dunia film komik yang sedikit kontroversial.


Sumber :
https://time.com/5839692/snyder-cut-justice-league/

Wednesday, May 20, 2020

The Snyder Cut Dirilis dalam Beberapa Episode

The Snyder Cut Mungkin Akan Dirilis dalam Episode, Bukan Sebagai Satu Film

OLEH ALLIE GEMMILL 20 MEI, 2020


Setelah bertahun-tahun tuntutan yang dipimpin oleh penggemar agar Justice League Zack Snyder  Cut tahun 2017 akan dirilis, akhirnya hal itu terjadi. Rabu, 20 Mei sekarang adalah tanggal yang akan hidup dalam keburukan setelah direktur mengumumkan Snyder Cut of Justice League akan dirilis di HBO Max pada 2021. Namun, ketika kegembiraan mulai mereda, pertanyaannya tetap: Bagaimana bentuknya dengan Justice League versi Snyder?

Sebuah laporan mendalam dari The Hollywood Reporter yang diterbitkan Rabu sore menggoda kemungkinan Snyder's Justice League dirilis di HBO Max sebagai pertunjukan enam episode daripada film panjang. THR mencatat kembali pada bulan Februari, Snyder dan mitra kreatifnya, istri Deborah Snyder, membantu menguraikan pitch untuk sekelompok eksekutif terpilih dari Warner Bros, HBO Max, dan DC Comics yang menjelaskan visinya tentang apa yang The Snyder Cut of Justice League akan terlihat seperti. Laporan tersebut mencatat bahwa "pada presentasinya setelah pemutaran film, Snyder menguraikan ide-ide untuk tidak hanya melepaskan potongan tetapi konsep episode dan cliffhangers."

Tidak ada pernyataan resmi dari siapa pun yang terlibat dalam upaya ini, termasuk Snyders, HBO Max, dan Warner Bros., yang mengkonfirmasi bentuk persis dari Justice League. Namun, tanggal rilis 2021 menunjukkan akan ada cukup waktu untuk melakukan panggilan tentang bagaimana ia akan dipotong. Laporan THR menunjukkan mungkin tidak ada rencana untuk bermain aman dengan membuat epik standar dua setengah jam. Alih-alih, laporan tersebut mengungkapkan bahwa Snyders sedang mengerjakan kemungkinan membentuk potongan baru ini menjadi episode atau mungkin film empat jam saat mereka memasang kembali kru pasca-produksi mereka untuk "mencetak, memotong, menambah baru dan menyelesaikan efek visual lama" dan mempertimbangkan untuk memanggil kembali semua atau semua aktor Justice League - yang meliputi Ben Affleck, Henry Cavill, Gal Gadot, Jason Momoa, Ezra Miller, Ray Fisher, jika Anda lupa - untuk merekam ulang dialog. Beruntung bagi para penggemar, Snyder memiliki seluruh potongan aslinya untuk dikerjakan, mengatakan kepada THR, “Ketika kami meninggalkan film, saya hanya mengambil drive dari potongan di atasnya. Sejujurnya saya tidak pernah berpikir itu akan menjadi apa pun. ”

Tidak diragukan lagi akan menguntungkan HBO Max untuk Snyder Cut of Justice League yang akan dirilis dalam beberapa episode versus satu film, betapapun lama film itu mungkin. Sudah merupakan kemenangan besar bagi streamer yang baru lahir untuk menjadi rumah bagi Snyder Cut di masa depan, sebuah properti yang telah membakar berbagai sudut media sosial selama bertahun-tahun ketika para penggemar dengan tergesa-gesa memperjuangkan sedikit demi sedikit untuk melihat visi Snyder tertulis besar di layar. Setelah bertahun-tahun menunggu dan bertanya-tanya, mengapa tidak menyantapnya dan mengubah Justice League menjadi acara lengkap (seolah-olah itu belum dilakukan) untuk memastikan keterlibatan pemirsa maksimum? The Snyders tidak perlu khawatir kehilangan penonton dari minggu ke minggu karena kekhasan rilis cut ini, jadi menyusun enam episode untuk menceritakan kisah yang tampaknya ingin diceritakan oleh Snyder sebenarnya bisa berhasil. Kita hanya harus menunggu dan melihat.

Yang jelas dalam laporan THR adalah betapa bersemangatnya para Snyder memiliki kesempatan untuk melepaskan visi Liga Keadilan mereka setelah semua waktu ini. Seperti yang dikatakan Snyder kepada outlet, "Ini akan menjadi hal yang sama sekali baru, dan, terutama berbicara kepada mereka yang telah melihat film yang dirilis, pengalaman baru selain dari film itu," sementara istri Snyder, Deborah, menambahkan, "Dengan platform baru dan layanan streaming, Anda dapat memiliki sesuatu seperti ini. Anda tidak dapat merilis sesuatu seperti ini secara teatrikal, tetapi Anda bisa menggunakan layanan streaming. Ini adalah kesempatan yang tidak ada di sana dua tahun yang lalu, jujur ​​saja. "

Justice League Snyder Cut secara resmi diperkirakan akan mencapai HBO Max pada tahun 2021. Sampai saat itu, lihat apa artinya sebenarnya sekarang bahwa Snyder Cut terjadi, bagaimana Snyder Cut sebenarnya terjadi, dan intip kalender tanggal rilis kami untuk orang lain film superhero besar.


Sumber :
https://collider.com/justice-league-snyder-cut-episodes-hbo-max/

Monday, May 18, 2020

Lana Lang, Cinta Pertama Superman

Ini Pemeran Lana Lang, Cinta Pertama Superman

18 May 2020

Superman & Lois membuat serial solo tentang Man of Steel berlanjut lagi usai era Smallville. Kita semua tahu bahwa Superman di series terkini yang diperankan Tyler Hoechlin hanya tampil di Supergirl Cs series.

Nah, karena permintaan masyarakat dan fans begitu menyeruak untuk ada serial khusus Superman di tengah Superman-nya Henry Cavill di DCEU versi layar lebarnya masih belum jelas statusnya.

Superman kali ini, kita akan dibawa kehidupan pernikahan dengan Lois Lane, cinta sejatinya. Bahkan cast anak-anak Clark Kent sudah diketahui.

Tapi yang menarik adalah kembalinya Lana Lang, cinta pertama sang manusia baja yang selalu muncul di versi mana pun.

Di series kali ini, Lana Lang akan diperankan si seksi Emmanuelle Chriqui, aktris asal Kanada yang sebelumnya terkenal bermain dalam Entourage, series original HBO.

Emmanuelle juga sudah membintangi judul film di antaranya paling dikenal adalah Hospitality dan Super Troopers 2 dan The Steps.

Lana Lang adalah cewek yang disukai Clark Kent sejak masa sekolah dan masa kecil. Ia selalu kikuk ketika bertemu dengan Lana.

Sementara itu, kisah asmaranya yang complicated sudah tersaji dalam Smallville. Mereka putus karena Lana selalu merasa dibohongi.

Lana Lang sudah tampil di layar lebar di Superman III era Christopher Reeves dengan pemerannya Anette O'Toole.

Sementara di Smallville diperankan apik oleh Kristin Kreuk. Asmara Clark versi Tom Welling dengan Lana Lang versi Kreuk akan selalu dikenang oleh fansnya yang suka banget Smallville.


Sumber :

https://www.lazone.id/entertainment/movie/ini-pemeran-lana-lang-cinta-pertama-superman-5EBdm

Wednesday, October 2, 2019

Joker (film 2019)

Joker adalah film cerita seru psikologis Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Todd Phillips dan diproduseri oleh Todd Philips, Bradley Cooper, dan Emma Tillinger Koskoff.

Joker ditayangkan secara perdana di Festival Film Venesia pada tanggal 31 Agustus 2019[4] serta ditayangkan di Amerika Serikat pada 4 Oktober 2019 dan Indonesia dua hari sebelumnya. Joker adalah film laga hidup pertama Batman yang mendapatkan klasifikasi R dari Motion Picture Association of America karena kekerasan berdarah yang kuat, perilaku mengganggu, bahasa dan gambar seksual singkat.


Pada 1981, Arthur Fleck, seorang badut yang berusia 40 tahun tinggal bersama ibunya, Penny di Kota Gotham yang kacau balau. Dia menderita kelainan otak yang menyebabkan dia tertawa pada waktu yang tidak tepat dan dia sering mengunjungi pekerja layanan sosial untuk mendapatkan obatnya. Setelah sekelompok anak jalanan mencuri papan milik Arthur dan mengeroyokinya di lorong, salah seorang rekan kerjanya meminjamkan pistol sebagai alat perlindungan diri. Suatu saat, penyakitnya kambuh ketika ia sedang menaiki kereta api, sehingga Sophie keheranan dengan tingkahnya dan Arthur memberikan sebuah kartu untuk menjawab keheranannya. Arthur kemudian menjalin hubungan baik dengannya, yang kemudian baru disadarinya bahwa Sophie tinggal di apartemen yang sama dengannya.

Selama kunjungan ke rumah sakit anak-anak, pistol Arthur terjatuh dari sakunya, sehingga ia dipecat dari pekerjaannya. Arthur juga mengetahui bahwa program layanan sosial ditutup, sehingga dia tidak memiliki cara untuk mendapatkan obat. Dalam perjalanan pulang menggunakan kereta bawah tanah, Arthur dirundung oleh tiga pebisnis muda Wall Street, sehingga ia menembak mati ketiganya dengan pistol yang ia pinjam itu. Arthur tidak menyadari pembunuhan itu akan memulai gerakan unjuk rasa terhadap orang kaya di kota itu dengan menggunakan topeng badut. Beberapa hari sebelumnya, Thomas Wayne mencalonkan dirinya sebagai wali kota karena merasa resah dengan kekacauan di kota itu yang tidak kunjung berhenti.

Sophie menghadiri acara lawakan tunggal Arthur yang berlangsung sangat buruk. Arthur tertawa tak terkendali dan kesulitan menyampaikan kelakarnya. Seorang pembawa acara gelar wicara populer, Murray Franklin, menayangkan video itu secara langsung sebagai ejekan. Arthur mencuri surat yang ibunya tulis kepada Thomas Wayne yang merupakan salah satu orang terpandang di kota itu dan menemukan dirinya adalah putra tidak sah Wayne. Dia memaki-maki ibunya karena merahasiakan ini darinya dan tak lama setelah itu, Penny jatuh sakit sehingga dirawat di rumah sakit. Arthur juga dilecehkan oleh dua detektif yang curiga dengan keterlibatannya dalam penembakan kereta bawah tanah, tetapi ia menyangkalnya.

Keadaan kota menjadi semakin kacau dengan pengunjuk rasa yang tumpah ruah di mana-mana. Ketika para pengunjuk rasa mulai berkelahi dengan petugas keamanan, Arthur menyelinap ke sebuah gedung tempat sebuah acara khusus untuk tokoh ternama dihelat. Arthur berjumpa dengan Thomas Wayne dan mempertanyakan status dirinya dengan Thomas. Thomas mengatakan bahwa Penny gila dan bahkan bukan ibu kandung Arthur, sembari menampar Arthur setelahnya. Arthur mengunjungi Rumah Sakit Arkham untuk mencari tahu akan kebenaran perkataan Thomas. Arthur mencuri berkas kasus Penny dan menemukan bahwa dia memang diadopsi setelah ditinggalkan ketika bayi. Dia juga mengetahui bahwa Penny berlaku kasar kepadanya ketika dia masih kecil, termasuk trauma kepala yang serius yang mengakibatkan tawa patologisnya. Arthur kembali ke rumah sakit dan langsung menutup kepala ibunya dengan bantal hingga tewas kehabisan udara. Dia kembali ke gedung apartemennya dan memasuki kamar Sophie. Sophie kaget dengan kehadirannya dan memintanya pergi. Arthur kemudian menyadari bahwa pengalamannya dengan Sophie hanyalah ilusi.

Seorang pegawai dari acara Murray Franklin menelepon dan meminta Arthur untuk tampil di acara itu. Arthur setuju dan berencana bunuh diri di acara itu. Saat ia bersolek dan mengenakan pakaiannya, ia yang memegang gunting kecil dikunjungi oleh dua rekan kerja lama yang ingin memberikan belasungkawa atas kematian ibunya. Arthur malah menusuk leher dan mata salah seorang di antaranya dengan gunting itu, lalu membenturkan kepalanya berkali-kali hingga tewas saat itu juga. Arthur membiarkan salah satu yang lain tetap hidup karena kebaikan kepadanya pada masa lalu. Dalam perjalanan ke studio, ia dikejar oleh dua detektif ke sebuah kereta yang penuh dengan pengunjuk rasa badut. Salah satu detektif secara tidak sengaja menembak mati seorang pengunjuk rasa, sehingga pengunjuk rasa lain mulai mengeroyoki kedua detektif itu hingga kritis, dan Arthur melarikan diri dari kegaduhan itu.

Sebelum acara itu dimulai, Arthur meminta Murray memperkenalkannya sebagai Joker, sebuah olok-olok Murray beberapa waktu yang lalu terhadapnya. Acara itu berlangsung dengan lancar seperti biasanya, tetapi Arthur malah terus-menerus mengakui pembunuhan di kereta bawah tanah itu dan mempertanyakan kemunafikan masyarakat yang menyanjung ketiga pemuda itu sembari merendahkannya, dengan menyebut masyarakat lebih memilih menginjak mayatnya di jalan raya alih-alih menguburkannya secara layak. Murray berusaha menenangkan suasana, tetapi Arthur tidak menggubrisnya. Arthur langsung menembak mati Murray tepat di kepalanya saat itu juga, sehingga banyak penonton yang lari ketakutan dan ia ditangkap polisi karenanya. Dalam perjalanan ke kantor polisi, Arthur melihat Gotham sedang dirundung kekacauan oleh pengunjuk rasa. Satu di antara pengunjuk rasa mengejar keluarga Wayne hingga ke sebuah lorong dan menembak mati Thomas serta Martha, sehingga Bruce hanya bisa terpaku dengan keadaan itu sembari menangisi kepergian orang tuanya. Mobil yang ditumpangi Arthur ditabrak ambulans yang dikemudikan sejumlah pengunjuk rasa, sehingga kedua polisi di mobil itu tewas, sementara Arthur selamat dengan sejumlah luka di tubuhnya. Mereka langsung menyelamatkan Arthur saat itu juga dan membaringkannya di sebuah mobil. Arthur tersadar dan bangkit dari siumannya, sehingga pengunjuk rasa merayakannya dengan penuh gegap gempita, yang ditanggapi dengan tarian Arthur.

Beberapa waktu kemudian, Arthur diinterogasi oleh seorang pekerja sosial di Rumah Sakit Arkham dan tertawa terpingkal-pingkal. Ketika ditanya, Arthur hanya mengatakan bahwa mereka tidak akan mengerti. Arthur angkat kaki dari tempat itu dengan meninggalkan jejak berdarah dari sepatunya.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Joker_(film_2019)

Related Posts